7 Hal Kecil Yang Bisa Membuat Ibu Kita Bahagia

    Baru-baru ini aku sering sekali ditanya kesiapan menikah, atau paling tidak berbasa-basi seperti “kapan mbak nikahnya?” aku jawab saja, “besok Jumat mbak” dan berbagai macam ekspresi horror ditampakkan segerombolan ibu-ibu yang tadi kepo.
 
    Sebenarnya tekanan untuk menyegerakan menikah itu juga datang dari orangtua, alasannya mereka sudah tua dan ingin segera mempunyai cucu. Aku ini memang mau menikah, iyakan? Siapa yang tidak mau menikah, hanya saja belum benar-benar berusaha untuk mewujudkannya.
 
    Ntahlah, setiap ditanya menikah aku langsung ingat kepada Ibu, aku yang anak ibu ini bagaimana jadinya kalau sampai berpisah dan harus melakukan apapun sendiri, yang biasanya masih “Ibu ini bikinnya gimana? Ibu ini resepnya apa?” dan pertanyaan lainnya yang hanya Ibuku yang mampu bersabar menjawabnya. Atau di balik saja deh, bagaimana Ibuku jika nanti aku tinggal menikah? Baru juga kemarin lupa belum izin dan terpaksanya pulang terlambat, Ibu tidak tenang hatinya dan tidak bisa melakukan aktivitas apapun, hanya menungguku pulang.
    Atau saat aku sudah terlalu lama pergi keluar dari pagi misal, nanti sudah dikirimkan foto makanan seperti ayam goreng kesukaanku melalui WhatsApp agar aku tergoda dan segera pulang ke rumah. Padahal di rumah juga aku tidak melakukan apa-apa. Tapi beliau bilang jika hatinya menghangat setiap malam karena aku dan bapak berkumpul di rumah.
     Apalagi saat aku tidak sengaja bertanya kepada Ibuku alasan kenapa aku tidak memiliki adik, dan yang beliau katakan adalah “Ibu belum bisa ikhlas kalau harus berbagi kasih sayang ke yang lain” gimana saya nggak nangis tersedu-sedu setelah mendengar penuturan beliau ini? Setelah pembicaraan dalam itu aku menjadi lebih sayang kepada ibuku.
     Yang biasanya aku lebih suka keluar rumah dengan teman-teman untuk jajan lalu ngobrol berjam-jam kini aku habiskan berduaan saja dengan ibuku, rasanya menyesal kenapa tidak aku lakukan ini sejak lama ya? Hiks, dengan aku yang sering pergi dan berdiskusi dengan ibu, aku mulai paham sebenarnya apa saja yang bisa aku lakukan untuk membuat Ibuku bahagia, dan aku yakin ibu kalian juga pasti senang hehe
 
1. Sering di temani dan di dengarkan cerita beliau
Aku bekerja dari pagi jam 08.00 WIB sampai 16.00 WIB tapi lebih sering overtime jadi pulang suka telat, tapi setelah shalat Isya biasanya aku sempatkan untuk ngobrol dengan beliau, mulai dari tanya seharian ini melakukan apa saja lalu berlanjut dengan beliau yang curhat apa yang menjadi kegundahan hati beliau hari itu, dengan sesi ngobrol ringan ini bisa sedikit merubah mood beliau, setelah itu beliau menjadi lebih mudah tersenyum.
 
2. Pergi Kajian bersama atau mendengarkan kajian bersama
Aku memang tidak di lahirkan dari keluarga yang sudah hanif, tapi kami semua alhamdulillah selalu bersemangat untuk memperbaiki diri dan siap menerima hidayah. Sebelum pandemi aku suka mengajak Ibu pergi ke majelis ilmu kajian-kajian yang dekat dengan rumah, namun setelah pandemi ini kita hanya mendengarkan kajian saja di rumah, lalu terkadang berlanjut dengan diskusi-diskusi kecil. Ibu adalah orang yang sangat menghargai ilmu, ilmu yang baru saja diterima beliau langsung di praktekkan, maa syaa Allah semoga Ibu istiqomah
 
3. Jalan-jalan atau sekedar makan
Karena ibuku ini baru saja mengenal sosial media, beliau senang sekali jika diajak ke tempat baru. Ngapain? Ya jelas foto untuk mengganti foto facebooknya yang ibuku sudah bosan. Dan ibuku ini alah pecinta mie ayam, otomatis kalau pergi selalu ngajaknya berburu mie ayam hmm sebenarnya karena bingung juga sih mau jajan apa hehe. Ada yang samaan?
 
4. Membawakan makanan kesukaan
Ibuku tidak suka susu dan keju, rasanya sedih kalau lagi makan makanan yang kenikmatannya level syurgawy tapi ibuku tidak bisa memakannya, jadi terkadang aku cukup bingung mau membelikan apa, akhirnya hanya jagung manis dan buah nanas saja yang sering aku bawa sebagai oleh-oleh.
 
5. Memijit kakinya
Aktivitas di rumah itu pastilah melelahkan, dan ibuku yang selalu menghandlenya, karena setiap aku pulang rumah sudah bersih, tentu ibu pasti lelah dan kakinya pegal-pegal karena seharian digunakan untuk jalan kesana-kemari. Jadi memijat kakinya adalah salah satu solusi yang akan membuat beliau bahagia dan nyenyak tidurnya
 
6. Memberikan hadiah
Siapa yang tidak suka diberikan hadiah? Tidak hanya saat ibu ulang tahun saja, atau hari ibu. Memberikan hadih kepada ibu juga bisa menjadi healing, serasa beban hidup jadi beterbangan indah, coba saja berikan hadiah kepada ibu kalian hiihi
 
7. Mendo’akan dalam segala waktu
Yang ini meski ibu kita tidak tahu, tapi selalu mendo’akan orangtua denga harapan segala urusan mereka dimudahkan Allah, sehingga orangtua kita selalu tersenyum karena tidak ada beban masalah yang mengganggu mereka, nah poin ke 7 ini jangan pernah di skip yaa hihihihi
 
    Hal ini yang membuat aku lupa jika aku ini sudah cukup umur untuk berkeluarga. Tapi rasanya belum rela masih ingin bermanja-manja dengan ibuku. Aku sadar betul bahwa apa yang aku lakukan ini sama sekali tidak benilai jika dibandingkan dengan setetes air susu ibu yang pernah beliau berikan. Tapi hal ini bisa membuatku sedikitnya merasa bahagia, karena melihat beliau senang.
Baca Juga