Bukti Manusia Bisa Berevolusi

human revolution, manusia berevolusi, hijrah, berpindah ke tempat yang lebih baik


Hay namaku Rachma Novita Losantos Gerantos Amigos Sinorita Leonidas, aku jadi ingat dulu semasa SMP aku ingin sekali memiliki nama yang panjang. Dan aku pernah mendengar salah satu temanku ketika ditanya namanya, dia menjawab dengan nama yang tadi aku sebutkan. Ah lupakan nama panjang, nama saya hanya Rachma Novita. Ibuku bilang bahwa nama ini adalah pemberian tetangga. Awalnya aku tidak suka dengan nama Rachma Novita namun setelah itu, ibu kembali mengatakan awalnya aku akan diberi nama Novi Rachma Mini, sekarang aku bersyukur ibuku berubah pikiran dan mimilih nama pemberian tetangga.

Ah ya jangan lupakan nama Aky, nama beken yang tidak sengaja dibuat. Memang tidak ada yang memanggilku dengan nama itu, tapi aku membrandingkan diriku di dunia menulis ini dengan nama Aky, Aky memiliki arti musim gugur dalam bahasa Jepang. Karena aku lahir di bulan yang saat itu sedang terjadi musim gugur, makanya aku menggunakan nama pena Aky saja, meski awalnya bukan itu hehe.
 
Aku di lahirkan tanggal 19 November 1996 dengan caesar, kenapa caecar? Rumornya karena saat ibuku mau melahirkan, aku tidak bisa lewat karena tertutupi lemak milik ibuku, lawak. Aku belum tahu pasti fakta yg lainnya selain karena takdir Allah.
 
Aku sejak kecil hidup dengan banyak perjuangan, ralat yang berjuang orangtuaku bukan aku. Karena Rachma kecil sudah mendapatkan vonis menderita maag akut di usia 3 tahun. Bisa dibayangkan bagaimana perjuangan kedua orangtuaku? Aku memang sudah nakal sejak kecil hiks.
 
Tentunya maag yang menyerangku itu tidak datang tanpa alasan, aku memang susah sekali untuk makan. Ibuku bercerita jika menyuapiku pasti beliau juga menyambi dengan mencuci baju atau pekerjaan rumah lainnya, dengan telaten memasukkan sesuap nasi kemulutku kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya dan setelah mendengar aku bernyany-nyanyi beliau datang lagi bersama dengan sendoknya.
 
Aku yang susah makan hingga membuat kedua orangtuaku stress karena berbagai macam vitamin, temulawak atau pengobatan herbal lainnya sama sekali tidak bisa membuatku bertambah nafsu makannya, saking tidak suka makan sampai-sampai kalau aku disuruh jajan aku menangis tersedu-sedu. Heran, bisa-bisanya aku kayak gitu, disuruh jajan kok nangis.
 
Tapi usaha ibuku tentu tidak sia-sia apa yang beliau usahakan untukku diwaktu kecil, berbuah manis untuk 15 tahun setelahnya, alhamdulillah temulawak, vitamin penambah nafsu makan sekarang bekerja dengan baik membuat badanku mekar sempurnya. Jadi untuk ibu-ibu jangan sedih kalau anaknya susah makan ya, bisa jadi ikhtiarnya untuk membuat anaknya nafsu makan baru akan bekerja 15 tahun mendatang.
 
Kedua orangtuaku memang hebat, aku selalu bangga dengan mereka, walaupun aku tidak di lahirkan di keluarga yang hanif. Kedekatanku dengan Allah dulunya hanya sebatas formalitas karena itu semua diajarkan di TPA. Aku bahkan pernah berada di titik ternakalku, atau keadaan dimana orang akan berpikir bahwa aku akan sangat jauh dari hidayah Allah. Ya bagaimana tidak, aku dulunya berpenampilan sangat tomboy, dengan tidak ada pikiran untuk menggunakan hijab selain sekolah.
 
Rachma yang duduk dibangku SMP sadar bahwa dia tidak memiliki paras yang cantik, dan mungkin sudah sangat putus asa atau bagaimana. Aku kemudian berbelok dan merubah branding diriku yang semula cupu menjadi Rachma yang ganteng. Aku merasa bangga dengan itu karena banyak juga yang mengatakan aku ini ganteng. Entah berapa setan yang merasuki tubuhku saat itu.
 
Sampai kemudian aku lulus dan memasuki salah satu SMK Negri di Jogja, atau lebih tepatnya STM karena disana mayoritas siswanya laki-laki. Saat masuk sekolah biasanya ada acara yang membuat pembicaranya berusaha keras membuat kita menangis, dengan berkata “bayangkan ibu kalian, bayangkan jika pulang nanti ada bendera putih didepan rumah kalian” dan aku sadar disitulah hidayah Allah datang mengetuk hatiku yang batu saja kalah kerasnya.
 
Aku benar-benar teringat bagaimana perjuangan ibuku saat aku masih kecil, bagaimana beliau dengan telatennya mendidikku dan membesarkanku, bagaimana menyayangiku sehingga aku tidak pernah merasa kurang dengan kasih sayang, lalu membayangkan ibuku sampai meninggal sebelum aku bisa setidaknya membalas setetes keringat yang meluncur dari dahi beliau saat kelelahan mengurusku.
 
Dari situlah aku kemudian memutuskan untuk sedikitnya melangkah menuju kebaikan, dengan mengikuti organisasi Kerohanian Islam atau Rohis. Banyak hal yang aku pelajari di rohis, banyak ilmu yang aku dapatkan dan tentu saja teman yang saling menyemangati dalam kebaikan.
 
Semuanya berjalan sangat mulus, aku lahir kembali menjadi Rachma yang shalihah. Tidak ada yang mengetahui kedokku atau masalaluku yang kelam. Sampai kemudian ada salah satu teman SMPku yang bersekolah di SMK yang sama denganku membawa buku tahunan ketika kita masih SMP. Disana tentu ada aku dengan versi brutal haha aku saja malu sekali jika harus melihat buku itu.
 
Dan gemparlah satu rohis membicarakan masalaluku, tidak ada Rachma yang Shalihah hanya tersisa Rachma Mantan Preman. Tentu banyak yang mencibir, ada yang menertawakan tanpa rasa lelah seolah-olah baginya itu adalah lelucon yang sangat menghibur. Ada pula yang mendatangiku dan mengatakan bahwa aku ini adalah bukti yang membuatnya percaya bahwa manusia bisa berevolusi. Entah apa maksudnya tapi aku saat itu merasa terhibur.
 
Setelah kejadian itu kemudian menumbuhkan perasaan empati kepada saudara-saudaraku diluar sana yang masih belum tersentuh nikmatnya hidayah Allah. Dan seburuk-buruknya masalalu orang lain dia pasti punya potensi untuk melangkah kepada kebaikan. Tidak akan ada yang tahu karena Allah Maha Membolak-Balikkan Hati. Yang bisa kita lakukan adalah memohonkan hidayah kepada teman-teman dan saudara kita agar Allah memberikannya kecondongan kepada petunjuk-petunjuk Allah.
 
Aku yang berangkat dari ladang yang kotor ini pasti punya frekuensi yang sama dengan mereka yang belum mengerti manisnya beribadah, dan aku ingin mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk bangkit dari ladang kotor itu bersama-sama untuk mengejar ridho Allah, alhamdulillah saat ini aku sudah berkecimpung dalam kegiatan pelajar, mengenalkan Islam dan Rabb mereka sejak di bangku SMA sama denganku dulu.
Harapanku tidak muluk, sebatas mereka bisa mendengarkanku dengan wajah antusias saja membuat hatiku menghangat, urusan hidayah biarlah Allah yang mengaturnya.

Genre : Cerpen?

#OneDayOnePost
#ODOP
#ODOPChallenge3
 
 
Baca Juga