Kemana Semangatku Pergi?

    Dua hari ini rasanya aku selalu ngeblank setiap mau nulis, padahal sudah ada draf kumpulan ide untuk segera dieksekusi tapi rasanya belum sanggup menulis tema-tema itu jika aku menulisnya hanya menggunakan sisa tenaga. Rasanya tidak rela jika ide-ide itu berakhir hanya menjadi postingan penggugur kewajiban tidak ditulis dengan sepenuh hati.

    Yah meskipun tulisan sepenuh hatiku masih butuh banyak belajar agar menjadi tulisan yang bagus, tapi ketika aku mengerjakannya dengan bersungguh-sungguh, aku tidak peduli lagi tulisan itu akan tetap jelek atau bisa terselamatkan. Karena aku sudah berusaha.

    Hah tapi kalau seperti ini terus aku akan terdepak bahkan sebelum resmi menjadi anggota ODOP, lalu aku kembali melihat tulisanku yang disana membahas tentang 7 Strategi Lulus ODOP Ala Aky setelah membaca itu aku mulai tahu sesungguhnya penyebabku sampai kembali kehilangan gairah menulis, dan merasa stuck adalah karena beberapa step yang sudah aku tinggalkan.

    Yang pertama adalah aku yang tidak lagi memanfaatkan waktu luangku untuk menulis, egoku kembali menguasai dan meminta haknya untuk dihibur, salah satunya dengan pergi ke platform orens yang mempunyai segudang bacaan, ah aku memang lemah jika sudah menemukan tulisan bagus disana.

    Yang kedua adalah aku yang tidak lagi membaca buku, meskipun waktuku aku habiskan membaca sebuah cerita di wattpad tapi itu tidak banyak membantuku untuk mengembangkan ide-ide yang sudah aku siapkan. Karena tentu saja yang aku baca itu adalah fiksi, sedangkan aku merasa menulis fiksi butuh tenaga lebih dan harus berulang kali memeriksanya. Padahal kenyataannya waktu menulisku selalu dipenghujung deadline, aku tidak bisa dan merasa sangat kurang dengan sisa waktu yang ada.

    Masih karena tidak membaca buku, bagaimana ide-ideku itu akan berkembang jika aku sama sekali tidak mengupgrade kapasitas, wawasanku yang sempit ini membuatku tidak percaya diri untuk mengayun-ayun jemari diatas keyboard. Jadi membaca sebelum menulis itu hukumnya wajib hehehe

    Yang ketiga adalah aku yang mulai kesusahan mengatur waktu, manajemen waktuku sedang kacau. Sedang diburu banyak deadline dan pada akhirnya membuatku tidak lagi mengerjakan tugas secara maksimal, alam bawah sadarku selalu membisikkan ‘ini harus selesai hari ini jadi ayo cepat’ akhirnya tugas terselesaikan tanpa memikirkan bagaimana kualitas tugas-tugas itu.

    Yang keempat adalah karena manajemen waktuku yang sedang buruk, mungkin ini berawal dari masalah kedekatanku kepada Rabbku yang melonggar. Ini yang terpenting bukan? Karena inspirasi datangnya jika Allah mengizinkan.

    Dan yah, inilah sesi muhasabahku yang sudah muncul saja di awal-awal pekan ini. Semoga kedepannya tidak terulang kembali, dan bisa segera bangkit. Semangatlah wahai diriku.
 
 
Baca Juga