Sebenarnya Aku Stres Atau Tidak?

Healing, Apa itu stres, kenapa aku stres, bagaimana aku bisa stres

    Sering mendengar teman mengeluhkan jika dirinya sedang stres, lalu dia menambahkan informasi tanda-tanda stresnya seperti haidnya menjadi tidak lancar atau munculnya jerawat yang tiba-tiba. Aky pribadi saat mendengarkan itu langsung berkaca, kira-kira selama ini Aky stres tidak sih? Kok rasanya tidak ada permasalahan yang benar-benar membuat Aky ada diposisi teman-teman tadi. jika haid menjadi tolak ukur stres maka Aky bisa jadi hampir tidak pernah stres, lalu jerawat? Oh tidak, si jerawat ini setiap malam kalau belum cuci muka paginya bisa bermunculan, jadi Aky stres atau tidak?
 
    Alhamdulillah, pagi ini akhirnya Aky menemukan jawabannya setelah mendapatkan materi dari Bapak Hasan Fahrur Rozi, M.Psi., seorang Psikolog di Puskesmas Gondomanan, Yogyakarta. Aky jadi sedikit paham bagaimana stres itu, dan ingin membagikannya kepada teman-teman juga hehe, nah semoga apa yang Aky dapatkan ini juga bisa bermanfaat bagi teman-teman ya ^^
 
    Untuk lebih bisa meresapinya, Aky akan memberikan contoh-contohnya dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini, biar semakin relate hehe
 
Stress
Kondisi pikiran atau perasaan yang tertekan akibat adanya perubahan ataupun menghadapi sesuatu yang baru dalam kehidupan sehingga memerlukan proses ADAPTASI.

    Nah di penjelasan ini bisa ditarik kata kunci dari stres tersebut ada perasaan, tertekan, menghadapi, yang baru dan adaptasi. Jadi sebenarnya ketika kita sedang dalam tahap penyesuaian sesuatu yang baru itu bisa dikatakan stres. Contohnya adalah tugas menumpuk, bangun kesiangan, bencana alam, dan termasuk pandemi COVID-19. nah jadi Aky sekarang sudah tahu kalau selama ini ternyata sering stres juga ya, hmmm.
 
    Mari melihat kembali apa yang terjadi pada awal pandemi COVID-19 banyak masyarakat yang langsung stres, namun bermacam-macam reaksinya ada yang kemudian langsung membelanjakan uangnya untuk membeli hand sanitizier, disinfektan, masker medis, beras dan yang lainnya. Ada pula yang merasa tenang-tenang saja, “ah yasudah kalau corona, toh ini juga datangnya dari Allah. Slow aja sih” adakah yang seperti itu? Haha tos, Aky banget itu.
 
    Mengapa respon orang bisa bermacam-macam? Ada yang benar-benar seperti kesetanan membelanjakan uangnya seolah besok supermarket tutup. Ada juga yang tetap santuy, malahan ada yang senang karena libur kerjanya. Jawabannya ada dibawah ini, yuk lanjut bacanya.
 
    Dinamika Stres
 
Dinamika Stress


    Jika tadi sudah membahas tentang penyebab stres, sekarang beralih kepada dinamika stres itu, bisa dilihat gambar diatas, mari kita bahas satu-satu
 
  • Stressor adalah suatu penyebab atau pemicu stres, apapun yang merubah kebiasaan seseorang dan membutuhkan adaptasi adalah stressor.
  • Stress Respone adalah cara seseorang  menghadapi stres yang sedang menyerangnya, nah inilah yang membedakan sikap seseorang terhadap stres itu sendiri. karena tentu setiap orang pasti akan berbeda cara pandangnya menyikapi stressor.
  • Eustress adalah buah kebaikan dari stress respone, kondisi ini adalah saat seseorang mampu menumbuhkan hal-hal positif dalam pemicu stresnya maka stresnya akan mendatangkan kebaikan untuknya. Contohnya orang-orang yang langsung bergerak membantu tetangga-tetangganya yang sudah kehabisan bahan pangan karena tidak bekerja. Stresnya karena pandemi ini melahirkan empati yang besar sehingga hatinya tergerak untuk berbagi.
  • Distress kebalikannya dari Eustress, tentu tidak semua orang yang berputus asa saja yang mengalami distress, bisa jadi seseorang yang mengalami distress ini juga sudah berusaha untuk tetap berpikiran positif dan menenangkan dirinya, lalu faktor apa yang menyebabkan seseorang tetap mengalami distress?
 
    Jawabannya ada di postingan Faktor-Faktor Terkait Kesehatan Mental yang akan Aky posting besok ya in syaa Allah^^
 
    Sekian, semoga bisa menjawab jika ada yang memiliki kegelisahan atau bertanya-tanya sebenarnya dirinya stres atau tidak hehe, wassalamu’alaykum...
Baca Juga