Setiap Amalan Tergantung Pada Niat

meluruskan niat dengan selalu mengingat tujuan menulis adalah karena Allah


Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Al Khaththab adia berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Amalan-amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya. Dan setiap orang itu hanyalah akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya keapda Allah dan Rasul-Nya. Namun barang siapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia niatkan tersebut.” (Diriwayatkan oleh dua Imamnya para ahli hadits, Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj  bin Muslim Al Qusyairi An Naisaburi dalam dua kitab shahih mereka, yang keduanya merupakan kitab yang paling shahih diantara kitab-kitab yang ada.)
Diriwayatkan oleh al Bukhari (1) dan Muslim (1907).

Meluruskan Niat

Mulai hari ini Senin 07 September 2020, adalah hari pertamaku memulai sebuah tantangan dari One Day One Post, challenge ini berjalan kurang lebih dua bulan, selama dua bulan itu saya dan teman-teman peserta lainnya diwajibkan menulis dan memposting tulisannya.

Dua bulan merutinkan menulis terlihat mudah-mudah saja mungkin ya? Tapi aku ini sudah sering sekali tidak disiplin. Bahkan membiasakan menulis rutin selama satu pekan saja tidak bisa. Entah ada saja yang membuat saya mudah memaafkan atau mentoleransi diri sendiri untuk men-skip agenda menulis.

Ternyata berjuang sendirian itu tidak mudah, bersyukur saya berjodoh dengan ODOP. Disini rasanya semangat untuk menulis selalu on. Ketika rasa jenuh datang, sekedar beristirahat dan membaca kembali WhatsApp Groups ODOP secara otomatis semangat menulis tersulut kembali. Bahkan ketika mata sudah menutup setengah, keinginan untuk bermesraan dengan keyboard tidak bisa menunggu hingga esok.

Tapi tidak hanya itu, teman untuk saling menyemangati memang penting. Selain itu harus ada pondasi yang lebih kokoh, yang bisa menguatkan ketika mungkin nantinya ada sebuah kritikan pedas yang datang menenggok. Orang yang hebat adalah mereka yang tahan dengan badai-badai ujian yang menyerang. Tentu mereka memiliki kekuatan super yang aku juga harus punya, yaitu adalah Niat karen Allah.

Jika Allah adalah tujuan satu-satunya yang mendasariku untuk menulis, maka ujian apapun yang akan datang nantinya pasti bisa aku lalui dengan baik. Maka dari itu, sebelum menulis hal lainnya. Aku putuskan untuk menata hati terlebih dahulu. Dan mencoba untuk selalu memperbaiki niat setiap harinya.

Sebagai pengingatku sendiri, dalam tugas pertamaku ini sengaja aku cantumkan sebuah hadist tentang niat yang sudah fenomenal, semoga tulisan ini menjadi saksi keistiqomahanku dalam menulis. Bismillah.
Dan untuk dua bulan kedepan, NKBPHI (Nanti Kita Buka Postingan Hari Ini).
 
 
 
 
Baca Juga