Tidak Ada Yang Abadi Selain Perubahan


    “Tidak Ada Yang Abadi Selain Perubahan”

    Kata-kata yang guruku saat sedang mengajar dulu, entah kenapa tiba-tiba saja teringat kembali. Sekarang kata-katanya menjadi biasa saja mungkin, tapi bagi saya dulu itu kata-kata yang dalam, mungkin karena saya pengidap syndrome baper attack jadi saat itu kata-kata tersebut begitu menusuk.

    Yang pertama kali terpikirkan adalah, “Ah nanti update status pakai kata-kata ini ah” hehehhe Dulu memang masih suka update sana update sini, mencari perhatian kesana kemari tapi akhirnya ntah jadi atau tidak dibuat status aku lupa sendiri. Nah, aku sudah berubah tidak lagi suka mengupdate status hehe.

    Kata-kata beliau ini masih eksis suka tiba-tiba lewat dipikiranku meski sudah enam tahun berlalu, setiap kali merasa ada yang berubah selalu teringat ini, setiap kali melihat teman yang sudah lama tak jumpa kemudian merasa ada perubahan pada dirinya aku juga pasti teringat kata-kata ini.

    Jangankan teman, aku sendiri juga selalu merasakan perubahan dalam diriku, misalnya perubahan fisik dan perubahan sikap. Bahkan ada beberapa temanku yang mengatakan bahwa aku berubah secara drastis, kemudian dia juga menambahkan “Kamu adalah bukti yang membuatku percaya bahwa manusia itu bisa berevolusi” memang lebay dia.

    “Tidak Ada Yang Abadi Selain Perubahan”

    Kata-kata itu juga mempunyai banyak sekali penafsiran, tergantung pemikiran masing-masing orang, aku pribadi ketika mendengar kata-kata itu yang terlintas adalah kematian, yang jelas adalah manusia takkan pernah abadi, kita adalah ummat Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa salam yang rata-rata usianya 60an, dalam kurun usia itu kita juga akan mengalami banyak sekali perubahan.

    Dari lingkaran pertemanan mungkin, banyak sekali teman dekat kita yang sudah berganti semuanya menyesuaikan waktu dan kebutuhan kita dengan teman kita itu. Ketika kita masih kecil tentu punya teman bermain, setiap hari selalu bermain, baru terpikirkan untuk pulang kalau perut sudah lapar, atau sudah menjelang maghrib.

    Kemudian teman saat kita sudah sekolah, mungkin ada yang masih bersama teman bermainnya ada yang mendapat teman baru, ketika sudah SMP, SMA, bahkan kuliah kita cenderung berganti sesuai dengan keadaan kita, jika kalian dulu suka menangis bersama dengan teman SMP kalian, bisa jadi sekarang untuk membuka percakapan yang pribadi saja sudah sungkan.

    Semua punya masanya sendiri, termasuk kita. Orang-orang disekitar kita yang mungkin hanya datang mampir, datang untuk mengajarkan kita bagaimana bersabar, bagaimana merasakan perpisahan, dan bagaimana memaknai takdir Allah dengan benar.

    “Tidak Ada Yang Abadi Selain Perubahan” memang benar karena ciri-ciri manusia hidup adalah tumbuh dan berkembang.

    Lalu, hari ini sudahkah berubah menjadi lebih baik?
Baca Juga