Alasan Kenapa Impianmu Tak Kunjung Nyata

 Alasan kenapa impianmu tak kunjung nyata

 

Ada beberapa hal yang selama ini aku renungkan, mulai dari betapa kerasnya aku berjuang namun tak kunjung mendapatkan hasil, atau semua impianku yang salah satupun tak ada yang menjadi nyata. Awalnya aku hanya berpikir bahwa mungkin aku kurang berusaha, aku kurang berkorban aku kurang belajar dan kekurangan lainnya yang tidak terlihat oleh kacamata hatiku.

 

Setelah aku pikirkan berulang kali, barulah kali ini aku menjadi tersadar saat ibuku berkata “sekarang jadi jarang ngobrol ya? Sibuk terus. Ibu suka kamu waktu masih sama gengmu di ma’had” Deg. Oke ini teguran, lalu aku kembali memunculkan ingatan-ingatan tentang hubunganku dengan ibuku 2 tahun yang lalu dan membandingkannya dengan keadaanku saat ini. Yak memang, banyak hal yang berubah.

 

Dulu mungkin waktuku masih luang, sering glindingan di kasur bercandaan sama ibu sambil ngemil makanan yang disuka. Bercanda membicarakan bapak, atau berdiskusi seputar Islam. Menyenangkan, jika diizinkan aku juga ingin seperti itu setiap hari, tapi aku sudah besar dan seharusnya memang tidak meminta uang dari orang tua lagi, makanya aku bekerja. Karena bekerja itu tadi banyak waktu yang sebelumnya aku habiskan dengan beliau menjadi kurang.

 

Ibuku tentu mengerti itu, namun yang menjadi keluhan beliau disini adalah saat aku pulang kerja pada sore hari belum jika nanti membawa pekerjaan dari tempat kerja dan mengerjakannya dirumah. Terkadang jam 9 malam baru selesai dan aku bisa mandi. Setelah itu? Aku lelah, atau mungkin ada forum di tempat lain. Salahku memang tidak menyediakan waktu untuk sedekar ngobrol bersama beliau barang 10 sampai 15 menit, sampai kemudian beliau mulai merajuk.

 

Bukan hanya ibuku sebenarnya, akupun juga merasa jenuh dengan semua ini. Rasanya lelah karena hanya tidur beberapa jam saja, setelah itu langsung bekerja dan harus on. Beberapa kali aku sering jatuh sakit, padahal disaat kondisi seperti ini sakit menjadi momok tersendiri. Setelah aku pikirkan berulang kali, barulah aku tersadar. Mungkin aktivitasku ini baik, namun jika orang tua tidak memberikan keridhoannya maka tidak akan mendatangkan kebaikan untuk kita.

 

Karena ridho orang tua adalah ridho Allah, maka Allahpun juga. Dan inilah hal yang aku lakukan untuk tetap melakukan kebaikan mendapat restu dari orang tua dan bermanfaat bagi banyak orang, seperti

 

1. Meminta Maaf

Tentu hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta maaf kepada orang tua kita, karena sudah melakukan kedzaliman selama ini. Mengabaikan, mengacuhkan, mendiamkan, dan yang lainnya. Bergegas untuk bertaubat, berjanji tidak melakukannya kembali dan juga mohon maaf sama orang tua.

 

2. Sampaikan Aktivitas

Selama ini mungkin jika orang tua belum ridho karena mereka tidak paham dengan agenda kita, dengan memberitahukannya akan membuat orang tua paham dengan kondisi dan agenda kita selama ini, sehingga mereka akan percaya dan terima jika anaknya sedang berkecimpung dalam aktivitas kebaikan.

 

3. Sampaikan Mimpimu

Menyampaikan mimpiku kepada kedua orang tua juga bisa membuat kita semakin meyakinkan kita untuk mengejar impian kita juga, karena orang tua akan selalu mendukung kita.

 

4. Mintalah untuk Didoakan

Ini jurus terampuh, setelah kita mendapatkan ridho lalu orang tua percaya pada aktivitas kita selama ini dan mendukung peduh atas impian kita maka saatnya minta do’a. Mintalah agar kita disebut dalam do’a orang tua kita dengan profesi yang kita impikan. Contohnya aku ingin menjadi contoh maka orang tuaku aku minta mendo’akanku untuk menjadi blogger.

 

5. Tunjukkan Progressmu

Orang tua juga ingin tahu apa saja aktivitas kita, maka ceritakan semuanya cobalah untuk terbuka.

 

Itu tadi 5 hal yang aku baru sadari ternyata sangat berpengaruh terhadap semua hal yang aku lakukan. Dan semoga dengan sebuh ikhtiar ini aku jadi lebih bisa mengatur waktu, Quality Time dengan ibu dan banyak hal lainnya.

Baca Juga