Mengulas Cerpen Aku, di Antara Kamu dan Ibumu

Si penikmat fiksi yang akan hadir membawa ulasan cerpen tentang unsur Ekstrinsik dan unsur Intrinsik, ini benar-benar menantangku karena aku hampir tidak pernah mengulas cerpen, terakhir mungkin saat aku masih duduk di bangku SMK yang ingatan itu sudah memburam saja. Aku akan mengulas dari sudut pandangku dan cerpen yang menarik perhatianku adalah 
Aku, Ada di Antara Kamu dan Ibumu karya Nurhidayatunnisa nama pena dari Isnania, anggota Komunitas ODOP Batch 5. 

Tema tentang kasih sayang ibu selalu bisa membuatku bercucuran air mata, tema ibu adalah tulisan yang sering aku buat ketika otak sudah menemukan kebuntuannya. Aku sempat berpikir jika semua orang pasti bisa menulis dan akan menghasilkan sebuah buku jika itu membahas tentang ibu masing-masing.

Cukup basa basinya hehe, saatnya mengulas
 
Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang ada diluar cerpen, dimana secara tidak langsung unsur ekstrinsik mempengaruhi proses pembuatan sebuah cerpen.

 
Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat adalah hal yang mendasari seorang penulis membuat sebuah cerpen, yang mana menyangkut kondisi lingkungan masyarakat. Dalam latar belakang masyarakat terdapat 4 faktor yaitu Ideologi negara, Kondisi politik, Kondisi sosial, Kondisi ekonomi

 
Dalam Cerpen Aku, di Antara Kamu dan Ibumu penulis menggambarkan sosok anak yang berubah kejam lantaran mendapati ibunya yang langsung membuang rendang kesukaan si anak itu karena khawatir anaknya akan memakan yang tidak jelas didapat dari mana, karena makanan itu pemberian seorang yang sudah dikenal tabiat buruknya suka membuat onar di kampung mereka.
 
Latar Belakang Penulis

Latar belakang penulis adalah faktor yang ada dalam diri penulis sehingga mendorong penulis dalam membuat cerpen. Ada beberapa faktor latar belakang penulis antara lain: Riwayat hidup penulis, Kondisi psikologis, Aliran sastra penulis

Dari hasil riset singkat aku bisa melihat penulis dari cerpen ini tinggal di Riau, sering mendapat cerita dari seorang sahabat yang asli Riau bahwa disana masih asri dan banyak pepohonan serta perkebunan yang sering dipakai sahabatku bermain-main, dari cerpen ini juga bisa dilihat bagaimana ibu yang selalu membawa sayuran dan tebu yang secara tidak langsung memberitahu kita profesi Ibu dan latar belakang penulis menuliskannya.

Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen

Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen meliputi Nilai agama, Nilai sosial, Nilai moral, Nilai budaya

Yang ini sudah pasti nilai moral bagaimana seorang anak yang tega membunuh ibunya seolah lupa bagaimana ibu yang sudah merawat kita sejak kecil, dan hilang sudah semua kebaikan ibu saat emosinya memuncak hanya karena makanan kesukaannya dilempar.
 
Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang berasal dari dalam cerpen. Unsur-unsur ini meliputi tema, tokoh, alur cerita, latar, gaya Bahasa, sudut pandang dan amanat.

untuk lebih jelasnya, ikuti pembahasan berikut ini.

 
Tema

Tema adalah ide ata gagasan yang melatarbelakangi suatu cerita pendek, oleh karena itu, tema sering disebut sebagai ruh atau nyawa dari sebuah cerpen.
Tema memiliki sifat umum atau general yang diambil dari permasalahan yang ada di masyarakat, lingkungan, pengalaman hidup penulis, sejarah, pendidikan, persahabatan dan masih banyak lagi.

Tema pada cerpen yang aku ulas ini lebih mengarah ke Nafsu yang membuat si anak seolah kesetanan, mendapati amarah ibunya dan rendangnya yang terbuang.

Tokoh dan penokohan

Unsur intrinsik yang tidak kalah penting selanjutnya adalah tokoh atau penokohan. Sebuah cerpen tidak bisa lepas dari unsur ini. Nah, Tokoh dan penokohan ini adalah dua hal berbeda dalam sebuah penulisan cerpen. Tokoh adalah pelaku atau orang yang terlibat dalam cerita. Sedangkan penokohan adalah gambaran watak atau sifat tokoh dalam sebuah cerita. 

Tokohutama dalam cerpen ini adalah si Anak yang digambarkan selalu menjadi anak yang periang dan juga ambisius jika diberikan makanan kesukaannya, akan melakukan apa saja untuk mendapatkan makan kesukaannya itu
Ibu adalah sosok penyayang yang rela mengorbankan apapun demi anaknya yang tersenyum menatapnya
Aku adalah pisau yang diceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga

Alur

Alur adalah urutan jalan cerita dalam sebuah cerpen yang disusun secara kronologis. Dalam definisi lain, alur artinya rangkaian cerita sejak awal sampai akhir.

Alur yang digunakan dalam cerpen ini adalah Alur maju, Alur yang peristiwanya digambarkan secara kronologis, maju, dan runtut dari awal sampai akhir cerita.
 
Setting atau Latar

Latar memuat tiga aspek yaitu waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita. Latar atau setting memberikan gambaran konkrit mengenai cerita yang ada dalam cerpen.

Latar Tempat rumah si Anak dan si Ibu, ada disebuah pedesaan yang mayoritas warganya adalah petani.
Latar Waktu terjadi disaat sang anak pulang dari kegiatannya, bisa saat pulang sekolah atau pulang bekerja tidak terlalu diceritakan kondisinya
Latar Suasana yang terdapat dalam cerpen ini adalah
senang saat si anak mendapatkan hadiah rendang
kecewa saat si anak mendapati ibunya pulang tanpa rendang di ulang tahunnya
marah saat ibu melihat si anak membawa rendang yang dibawanya, pemberian si pembuat onar di kampung
mencekam saat si anak menggunakan ‘aku’ yang menghasilkan darah mengalir dan membuat tangan si anak terborgol
 
Sudut pandang

Sudut pandang atau point of view adalah arah pandang seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita. Atau dengan kata lain, didefinisikan sebagai cara penulis memandang/menempatkan dirinya dalam sebuah cerita.

Penulis penempatkan dirinya pada sudut pandang ke 3, melalui sebuah benda yang selalu menemani ibu dalam melakukan aktivitasnya, dan berakhir menjadi senjata yang digunakan si anak untuk melukai ibunya.

Amanat

Amanat adalah pesan moral atau pelajaran yang bisa ambil dari cerpen. Pesan moral biasanya disampaikan tidak tertulis secara langsung dalam cerpen atau secara tersirat dan bergantung juga bagaimana seorang pembaca memahami cerita pendek.
Amanat yang bisa saya ambil dari cerpen ini adalah
1. Bersyukur dan menerima semua rezeki yang telah Allah beri setiap harinya
2. Kasih sayang ibu yang tidak pernah ada habisnya
3. Pentingnya mengendalikan hawa nafsu
4. Memilih pergaulan yang benar
Alhamdulillah, itu dia cerpen dan sedikit caraku mengulasnya

#OneDayOnePost
#ODOP
#ODOPChallenge6
 
 
 
Baca Juga