PSBB Transisi Jilid 2 Akan Berakhir, Terus Mau Ngapain?

PSBB Transisi Berakhir, PSBB Transisi, Sikap muslim tehadap PSBB Transisi
 psbb transisi


Di Jakarta tepatnya pukul 12 Oktober 2020 lalu telah ditetapkan berlangsungnya PSBB transisi, setelah sebelumnya diperketat, selama transisi ini ternyata ada beberapa hal yang boleh dilakukan fren, seperti menonton bioskop, pergi ke restoran, tempat gym atau tempat indoor lainnya yang maksimal orang didalamnya 25% dari kapasitas ruangan. Ets, sebenarnya PSBB transisi itu apa sih kok kita tetap diperbolehkan pergi ke bioskop?
 
PSBB Transisi adalah 
Proses perpindahan dari PSBB menuju keseharian hidup yang sehat, aman serta produktif.
Artinya dengan diberlakukannya PSBB Transisi ini peraturan-peraturan ketat yang dilakukan selama PSBB sedikit demi sedikit dikurangi.
“Dikurangi? Bebas gitu ya? YESS”
Tapi fren, jangan terlena dulu, memang PSBB sudah dilonggarkan. Namun jika hal ini menjadikan kita lalai dalam menerapkan protokol kesehatan, angka pasien COVID-19 akan tetap meningkat dan tunggu saja sampai PSBB diberlakukan kembali. Setelah itu apa? Marah-marah dan stress karena harus kembali mengurung diri di dalam rumah? Menyalahkan pemerintah dengan menambahkan tuduhan tidak peduli dengan rakyat kecil yang bekerja hari ini untuk makan hari ini?
 
Siapa Yang Dirugikan
Dalam kondisi seperti ini sebenarnya semuanya serba salah, tidak bisa jika harus egois memikirkan salah satu pihak saja. COVID-19 ini memang mengerikan, selain karena angka kematiannya yang semakin lama semakin bertambah, karena COVID-19 pula telah merubah manusia melupakan Rabbnya yang Maha Pemberi Rezeki. Seolah selama ini mereka menuhankan pekerjaannya, tidak akan bisa makan jika tidak bekerja. Padahal siapa yang sebenarnya selama ini memberikan jaminan kita mendapatkan rezeki setiap harinya? Ya siapa lagi kalau bukan Allah, nyatanya bantuan dari pemerintah mengalir, gimana masih bisa makan kan?
 
Tidak hanya para pekerja yang merasa paling dirugikan selama COVID-19 ini, tapi para emak yang memiliki anak masih duduk di bangku TK atau SD hampir stress dengan pembelajaran daring yang berlangsung. Bagaimana menyesuaikan diri yang selama ini gagap teknologi harus bisa mengoprasikannya untuk membantu anak belajar serta mengerjakan tugasnya. Lalu anaknya emang ngapain kalau tugas yang kerjain ibunya? Main layangan #ups.

Sikap Seorang Muslim Setelah PSBB Transisi Berakhir
Mau ada PSBB Transisi, atau lockdown sekalipun harusnya tidak mempengaruhi kualitas keimanan kita, lakukan aktivitas seperti biasa dengan bersungguh-sungguh. Meski dirumah saja bukan hal yang seharusnya kita risaukan, justru mengurangi berpergian akan membuat quality time kita dengan Allah semakin bertambah, yakan? Nah ini dia sikap-sikap yang harus kita ambil
  • Berdamai Dengan COVID-19
    Sudah saatnya kita membangun kebiasaan baru, jadikanlah COVID-19 ini sebagai ladang pahala sebanyak mungkin, dengan selalu ridho dan ikhlas in syaa Allah rezeki akan tetap mengalir. Boleh berharap jika tahun depan mungkin sudah pergi, namun jangan menjadikan itu acuan. Pikirkan saja COVID-19 sudah menjadi bagian dari hidup kita ini fren. Dengan begitu hati akan lapang, tidak lagi mengungkit “dulu sebelum COVID-19 aku bisa gini… bisa gitu…”. Memang banyak yang hilang, kita tak akan merasa senyaman dan setenang dulu ketika sambarangan membeli es cendol di jalanan, ibrahnya kita bisa membuatnya dirumah bersama dengan keluarga. Lalu abang penjual cendol siapa yang beli dong? Ah jangan memikirkan ranahnya Allah, bisa pusing kita.
  • Kebersihan Sebagian dari Iman
    Kita digadang-gadang untuk selalu cuci tangan setelah berpergian, mandi, dan menggunakan masker, intinya kita harus hidup bersih. Dengan datangnya COVID-19 ini nyatanya bisa membuat kita semakin mantap untuk menjaga kebersihan, yang biasanya tidak mandi jadi mengusahakan mandi satu kali dalam sehari, yang sepulang kerja langsung menerjang kasur sekarang harus ke kamar mandi dulu membersihkan badannya.
  • Muslim Yang Tangguh Lebih di Cintai Allah
    Selain hidup bersih jangan lupakan juga pasangannya si sehat ini. Fren, jika sebelum COVID-19 melanda dunia kita bisa dengan bebas mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti junk food, dan makanan cepat saji lainnya. Tapi sekarang kita menjadi sedikitnya tergerak untuk mengonsumsi makanan yang sehat tanpa harus tersiksa karena memang dibutuhkan tubuh kita. Olahraga yang hanya wacana, meski sudah mengunduh aplikasi work out tetap saja berjamur dan akhirnya diuninstal kembali, sekarang setelah COVID-19 nggak ada yang menasehati kita ataupun memaksa. Kesadaran pentingnya olahraga sudah tertanam dengan sempurna. Selain imun kita terjaga, aktivitas yang kita jalankan juga akan lebih optimal.
  • Bersyukur
    Ada banyak hal positif yang bisa kita lakukan ternyata ya, namun semua itu tertutupi oleh sudut pandang kita yang selalu menyalahkan COVID-19, COVID-19 ini memang salah namun dengan selalu menyalahkannya akan membuat kita menjadi enggan untuk berusaha melakukan hal baik yang baru. Seolah bersembunyi di balik COVID-19 dan menjadikan kita pada posisi victim. Hal itu tidak akan mengubah apapun. Mereka yang cerdas akan memilih mengambil peran penting dan melakukan penyesuaian, saatnya mencari inovasi baru jika yang lama sudah tidak relefan.
 
Jadi meskipun mau COVID-19 berakhir dalam puluhan tahun sekalipun kita akan tetap berlapang dada, karena paham betul bahwa Allah punya rencana yang baik. Selalu berkhusnudzon dan tetap melakukan aktivitas dengan sungguh-sungguh. Sekian.

#ODOP
#OneDayOnePost
#ODOPBatch8
#TantanganPekan7

Cr Pic People vector created by freepik - www.freepik.com
Baca Juga