Urusan Berantakan Karena Suka Menunda? Baca Ini

 
 
Entah kenapa selama satu pekan ini banyak sekali hal yang membuat kau berpikir ratusan kali tentang apa itu mimpi dan cita-cita. Buku-buku yang aku baca kebetulan mengarahkanku untuk kembali melihat mimpiku, seminar online yang aku ikuti juga tidak mau kalah, membahas tentang impian seolah-semua sepakat untuk menamparku dan menyadarkanku dari jurang keputusasaan.
 
Aku yakin betul bahwa ini adalah salah satu cara Allah untuk membuatku bangkit dan menyuruhku untuk bergegas menebarkan kebermanfaatan. Semuanya kompak mengatakan bahwa ‘menunda’ adalah hal yang menghambat proses kita untuk berkembang. Dan semuanya juga sudah setuju dengan meninggalkan kebiasaan menunda itu akan mempercepat proses keberhasilan kita.
 
Seperti kata Ustadz Salim A. Fillah dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang yang tidak sengaja aku buka kembali, tepat di halaman 158 bab yang membahas tentang “Gairah”. Benar tidak sengaja tapi malah disuguhkan kata-kata yang menusuk tepat megenai hatiku yang masih basah oleh tikaman sebelumnya,
 
“Kita semua memiliki kemampuan yang mengagumkan untuk merenda mimpi, merajut cita, dan menyusun rencana. Tetapi semua kemampuan itu tidak pernah lebih kuat daripada kemampuan kita untuk menunda”
 
See? Gimana dengan kompaknya semua membuat aku bermuhasabah berulang kali. Sebelumnya aku pernah menuliskan tentang tanda-tanda stres dan apa yang dimaksud dengan stres. Dan aku mungkin sedang ada ditahap itu, tahap menyesuaikan yang baru. Dan dengan petuah-petuah yang aku dapatkan alhamdulillah aku setidaknya sadar untuk segera mengubah kebiasaan baru ini mengarah untuk mengerjakan hal yang positif tidak terpuruk dan terjebak dalam kubangan stres yang sebenarnya.
 
Dan kini aku paham betul hal yang harus mulai aku lakukan adalah tidak menunda lagi pekerjaan,
 
Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini.
 
Itu kata-kata yang aku dapat saat masih belajar bahasa Arab, memang benar. Kebiasaan menunda ini sudah mendarah daging, sulit sekali untuk tidak lagi menjadi penganut paham menunda, sekalinya menunda atau skip aku bisa terlena dan tengelam karena penyakit selanjutnya adalah aku mudah sekali memberikan toleransi kepada diriku.
 
Bagaimana Bisa Lepas Dari Kebiasaan Ini?
Setelah aku berhasil melatih diri untuk konsisten menulis akhirnya aku sedikitnya bisa sembuh dari penyakit menundaku, tapi akhir-akhir ini kumat lagi nih fren. Aku memang sedang dihajar banyak agenda, beberapa kali jatuh sakit karena kurang tidur. Haiiiisssshhh ALASAN.
 
1. Jangan Banyak Alasan
Ngerti nggak sih sebenarnya kenapa kita selalu menunda pekerjaan kita adalah karena kita banyak alasan. Stop itu dan mulailah untuk bisa mengakui kalau kita salah fren. Agenda yang banyak bisa kita atur dengan membuat to do list, membuat jangan sembarang membuat ya. Kadang kita hanya selesai di membuatnya saja namun prakteknya masih saja kurang. Oke malam ini kita mengisi, besoknya misal kita sudah menyelesaikan tugas pertama eh bukunya jauh akhrinya lupa diambil untuk menchecklist ‘nanti saja checklistnya’ sampai kita tidak sadar bahwa tugas kedua juga sudah kita tunda. Kok kita sih, maap aku maksudnya hehe sembarangan aja nyama-nyamain level kemageran hehe
 
2. Ya Allah please mager pergilah
Mager ini beneran jadi kontribusi dosa terbesar kita untuk menunda lo fren, contohnya tadi cuma mau ngechecklist kerjaan aja mager akhirnya tugas lainna jadi berantakan. Misal juga kita disuruh menghubungi si A untuk pesen boba 20 gelas untuk acara selametan, ada rentan waktu 6 hari, kita santai banget tuh di kasih waktu 6 hari, sesekali memang inget tapi untuk mengetikkan nama si A di whastapp kita dan pesen boba 20 berat banget. Tunda deh sampa H-1 pas inget langsung panik “Ya Allah belum pesen boba” huhah banget kalau boba yang kita pesen ternyata nggak bisa ready besok. Yaudah ngalamat diomelin sama yang ngadain selametan.
 
3. Banyakin Istighfar
Menunda itu juga bentuk kedzaliman lho fren, coba kalau misal kita pesen boba di hari ketika kita diamanahi untuk menghubungi si A. mungkin si A bisa nyiapin bahan bahannya sejak lama, kalau kita baru ngabari si A H-1 bisa jadi si A jadi kelimpungan nyari bahan buat beli bobanya. Udah salah, jangan sampai kita selalu nambah dosa disini dan cepet-cepet istighfar.
 
4. Disiplin dengan Waktu
Untuk mendisiplinkan dengan waktu, salah satu cara yang paling recommended adalah shalat 5 waktu TEPAT WAKTU. Inget ya tepat waktu, kalau bisa sih malah sebelum adzan kita udah standby pakai mukena atau sarungan. Kita dzikir dulu atau tilawah, dengan kita yang selalu memprioritaskan Allah, Allah juga akan membantu kita menunda-nunda pekerjaan, ikut membantu kita mengatur waktu.
 
Jad selama renunganku ini aku akhirnya sadar untuk lebih bakhil sama waktu, nggak mau terlena untuk scrolling instagram, bukain story temen sampai habis ya nggak papa sih kalau semua story temen kita memberikan manfaat hehe. Intinya yang berpotensi akan membuatku hanya rebahan di kasur harus aku perbaiki mulai sekarang. Yuhuuu.
Baca Juga