Idolaku Adalah Rasulullah, Kalau Idolamu?

rasulullah idolaku, sebaikbaik idola adalah Nabi Muhammad

Idola itu ya Rasulullah, kesimpulanku saat tadi sempat berbincang dengan kawan lama. Kita berteman karena dulu sama-sama menyukai salah satu band di Jepang. Ah aku jadi bernostalgia, bagaimana dulu aku menjadi seorang fungirl yang menyukai salah satu personil band itu. Yah masih muda (emang sekarang udah tua?) masih mencari jati diri dan saat itu belum terpapar dakwah jadi ya aku memaklumi diriku di masalalu itu.

Dari perbincangan kita aku jadi semakin yakin untuk menetapkan idolaku pada Rasulullah, karena kita nantinya akan disandingkan dengan idola kita di akhirat kelak. Melihat idolaku sebelumnya? Waduh nggak kebayang kalau sekarang masih tergila-gila seperti dulu haha. Tapi menjadi catatan juga karena sekarang tidak banyak yang mengidolakan baginda. Padahal sebaik-baik idola ya siapa lagi kalau bukan Rasulullah, beliaulah yang memenuhi kriteria untuk bisa kita jadikan idola, apalagi menjadi idola kita sebagai seorang muslim. 

3 Aspek Kemanusiaan Pada Diri Rasul

Nah, Rasul itu punya 3 aspek ini yang membuat baginda benar-benar layak kita jadikan sebagai idola, apa saja ketiga aspek itu?

1. Aspek Akal

Beliau memiliki kecerdasan dalam bidang teoritis yang membuat para sahabat mudah sekali memahami apa yang dipaparkan beliau, selain karena memang hati-hati para sahabat yang bersih siap menerima ilmu ya. Kepandaian beliau dalam memimpin, strategi perang yang luar biasa dan kepiawaian baginda dalam berdagang. Yang semua ini wajib banget kita jadikan panutan dan ditiru kan?

2. Aspek Kepribadian

Beliau adalah pribadi yang murah hati, pemaaf, jujur, berani dan teguh dalam prinsip. Bagaimana saat kita membaca sirah beliau yang dicaci balas dengan do’a, kalau kita dihina? Hiks

3. Aspek Fisik atau Jasmani

Rasulullah itu hanya sakit 2x selama hidupnya, coba deh kita gimana? Kehujanan bentar aja udah pilek iya kan? Beliau juga gesit dan tangkas dalam berkuda dan memainkan pedang.

Siapa sih idola kita dia yang pinter banget? Rasul lebih. Idola kita yang baik hati banget dan selalu ramah dengan semua? Rasul lebih dari sekedar itu. Idola kita yang didasari dari kekaguman fisik atau jasmani? Udah deh saatnya kita menempatkan Rasul sebagai idola diatas idola-idola kita, yang ada di nomer urut pertama.

Dulu sih saat aku mengidolakan seseorang, rasanya apa yang dia sukai menjadi kesukaanku juga, apa yang dia benci menjadikan aku benci juga tanpa sadar, dan kebiasaannya menjadi hal yang otomatis menjadi kebiasaanku karena rasanya bangga banget kalau nyontoh si idola. Padahal idola kita itu manusia biasa juga yang bisa sering melakukan dosa. Dan apa yang tadi dia lakukan kita tiru? Hayoloh kalau kebiasaannya buruk gimana?

Keistimewaan Karakter Nabi Muhammad

Ini dia istimewanya kalau kita mengidolakan Rasul, teladan-teladannya yang dicontohkan bebas kita tiru it’s sunnah right? Apa yang beliau sukai dan menjadikan kita menyukainya? Wah pahala banget, apa yang tidak beliau sukai menjadi hal yang tidak kita sukai juga? Menghindarkan kita dari potensi dosa lho fren. Nah yuk kita tiru keistimewaan karakter Nabi Muhammad

1. Akhlak Nabi Muhammad

Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Q.S Al-Qolam
Allah sendiri yang sudah memuji bagaimana Rasul memiliki budi pekerti yang agung,
Aisyah radhiallaahu’anha menuturkan, “Rasulullaah shallallaahu’alaihi wa sallam bukanlah seorang yang keji dan tidak suka berkata keji, beliau bukan seorang yang suka berteriak-teriak di pasar dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Bahkan sebaliknya, beliau suka memaafkan dan merelakan.” H.R. Ahmad
Beliaulah sebaik-baik idola, penuh kasih sayang, lembut tutur katanya, dan selalu memaafkan. Contoh yang jadi PR banget buat kita ya fren?

2. Pergaulannya

Bergaul akrab dengan para sahabatnya, beliau juga menyayangi anak-anak, mengunnjungi orang sakit meskipun yang sakit itu adalah orang yang memusuhi beliau. Ingatkan kisah Rasulullah yang selalu dilempari kotoran oleh orang Yahudi? Dan pada suatu hari Rasul tidak mendapati lemparan kotoran tersebut, bertanyalah Rasulullah kepada tetangga orang Yahudi itu dan tetangganya berkata bahwa orang itu itu sedang sakit. Nah kalau kita? “rasain makanya jangan lempar kotoran terus” minimal ada kata-kata toxic muncul kayak gitu nggak fren? Hiks

3. Kerendahan Hatinya

Rasul itu selalu mengucapkan salam dan mengulurkan tangan terlebih dahulu ketika bertemu dengan saudara muslim.
Abu Dzar berkata: “Aku tidak pernah berjumpa dengan Beliau, kecuali Beliau menjabat tanganku. Suatu hari, Beliau mengutus utusan kepadaku saat aku tidak ada di rumah. Ketika kembali ke rumah, aku diberi kabar bahwa Beliau telah mengutus seorang utusan kepadaku. Maka aku mendatanginya saat Beliau berada di atas pembaringan, lantas Beliau memelukku. Maka pelukan itu lebih indah, dan lebih indah” H.R. Abu Daud

 

4. Kemurahannya

Anas bin Malik berkata, “Ketika Islam datang, Rosululloh tak pernah dimintai sesuatu kecuali beliau memberikannya. Suatu ketika seseorang laki-laki datang kepada Beliau untuk mengemis. Beliau memberinya seekor kambing yang digembalakan di antara dua bukit. Orang itu mendatangi kaumnya lalu berkata:, “Wahai kaumku, masuklah agama Islam, sebab Muhammad telah memberi sesuatu tanpa takut kekurangan.” H.R. bukhari dan Muslim
Jadi gimana nih fren? Udah ya idolanya Rasul aja, kalaupun ada idola manusia lainnya maka tempatkan Rasul diatas idola-idola kita, sebagai pengingat untukku juga nih. Semoga kita nantinya bisa dikumpulkan bersama dengan Rasulullah ya

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad

Baca Juga