Mengakhiri ODOP dengan Husnul Khotimah

setelah mengikuti kelas selama 77 hari akhirnya sampai pada penghujung waktu dan mengakhiri ODOP dengan husnul khotimah
 
Alhamdulillah akhrinya kelulusan ada didepan mata, meski masih ada satu tugas lagi setelah aku menuliskan artikel ini. Artikel terakhir disini adalah tulisan yang akan aku kirimkan untuk memenuhi tugasku di hari Ahad ini, setelah hari ini apa tidak akan menulis lagi? Ah tentu saja aku harus terus menjaga apa yang sudah aku bangun ini.
 

Suka Duka Menjadi Peserta Seleksi ODOP Batch 8

Tentu saja banyak sukanya, sampai beberapa kali aku menuliskan betapa bucinnya aku dengan ODOP, mulai dari bagaimana ODOP membuat kita jadi memaksa diri untuk selalu konsisten menulis, sampai fasilitas materi gratis yang semakin mengembangkan kemampuan menulis, dan semua itu aku dapatkan secara cuma-cuma alias GRATIS.
 
Tuhkan aku bucin kalau udah ngomongin ODOP, karena dari ODOP inilah aku menjadi kembali hidup dan sadar betapa menulis adalah hal yang sangat menyenangkan. Dulunya sebelum mengikuti ODOP aku selalu menjalankan aktivitas seperti biasanya, jika ada masalah ya sudah selesaikan. Setelah mengikuti ODOP ternyata aku paham betul bagaimana menyikapi sebuah permasalahan itu menjadi sebuah tugas harian hehe.
 
Hampir 98% adalah kebahagiaan, sisanya untuk duka yang hanya berasal dari diriku sendiri. Disini aku merasa akhir-akhir ini memang agak kurang bersemangat dalam menulis, entah apa alasannya. Sampai kemudian menimbun banyak utang postingan dan alhamdulillah ini adalah tugas terakhirku dan tugas yang menyelamatkanku dari utang atau hantu.
 

Squadron Blog Batch 8

Berjuang bersama akan terasa sangat nikmat, seperti perjuanganku bersama teman-teman di Squadron Blog Batch 8, disana aku menemukan banyak teman yang saling menyemangati saling bahu membahu mengingatkan ada berapa utang kita agar bisa lulus bersama, contohnya si pemilik blog tpjminds.com beliau ini begitu baik memberikan reminder kepada kita semua yang masih memiliki utang, aku hampir curiga kalau beliau sebenarnya mata-mata yang menyamar menjadi peserta.
 
Banyak teman yang juga menyemangatiku, tadi ketika terbangun aku langsung membaca chat dari pemilik blog jurnalviandry.com beliau menanyakan terus apakah tugas sudah selesai belum, memang aku ini hanya akan termotivasi dengan deadline huhuhu lalu aku putuskan malam ini harus selesai, selain beliau banyak lagi teman lainnya yang memberikan semangat saat menanggapi kisah sambat yang aku jadikan story WhatsApp.
 
Meski awalnya kita berjumlah 60an orang dan sekarang hanya tersisa 41 orang, memang banyak yang gugur tapi lebih banyak yang memilih bertahan. Grupnya sudah dibubarkan satu pekan yang lalu tapi kenangan dalam grup itu menjadi hal yang sangat membekas, mengingat kembali apa yang pernah kita lakukan disana membuat hatiku menjadi menghangat, aku bahagia menjadi bagian dari 41 orang yang memilih bertahan hingga saat ini.
 

Team Elite 2359

Selama menulis di ODOP aku hampir selalu posting di jam-jam mendekati deadline, dan ternyata banyak temannya juga sampai kemudian kita menamai aliran itu menjadi Team Elite, kita memang orang-orang elit yang suka dengan tantangan. Menulis di awal waktu? Hah apa itu tidak level bagi kita kwokwok. Namanya juga elit, sombong dikit. Meski tidak ada yang bisa dibanggakan haha
 

PJ yang Baik Hati Namun Lebih Sering Sadis

Dalam Squadron Blog Batch 8 ini kita dibersamai oleh 2 orang PJ yaitu mbak Nimas dan mas Syaif, keduanya suka sadis kalau sudah ngomongin utang postingan, tapi aku salut dengan mereka berdua yang sudah banyak meluangkan waktu untuk mengurusi banyak orang. Menurut cerita mbak Nimas sendiri setiap Senin dimana hari itu menjadi hari eksekusi bagi yang memiliki poin kurang dari 13, mbak Nimas selalu berduel dengan mas Syaif untuk mendebatkan nasip kita, siapa kira-kira yang kena tendangan.
 

Manfaat Selama Mengikuti ODOP

Dan selama 2 bulan ini aku membiasakan menulis banyak hal yang kemudian aku merasa berubah dalam diriku, dan semua itu berkat ODOP, dan apa saja itu?
 

1. Lebih Bahagia

Sebelumnya aku sudah bahagia juga sih hehe tapi kemudian aku merasa lebih bahagia saat ini dengan memiliki kebiasaan menulis, jika menulis sebagai self healing itu memiliki pengaruh untukku aku bisa meyakininya meski aku tidak paham kapan sebenarnya aku ini stress. Karena dasarnya cuek maka aku bukan tipe pemikir yang orang lain katakan ya mungkin sesekali setelah itu aku tidak lagi memikirkannya jadi, stress mungkin tidak. Hanya saja aku merasa lebih bahagia saja ketika aku mulai mempunyai kebiasaan menulis ini
 

2. Membangun Habbit Menulis

Tentu saja, ini sudah tidak diragukan lagi, gimana nggak kebangun kalau di gembleng selama 2 bulan lebih, di tempat lain mungkin hanya 30 hari saja, tapi disini sudah gratis disuruh nulis rutin selama 2 bulan lebih, dikasih materi yang mantap, loh aku bucin lagi kan.
 

3. Mulai Mengenal Banyak Teknik Menulis

Iya di ODOP memang ada sesi materi yang disana mendatangkan banyak pembicara yang mumpuni di bidangnya, dan dari sana kita bisa sedikit paham atau mengenal lebih banyak hal untuk semakin mengembangkan tulisan-tulisan kita.
 

4. Tidak Takut Hantu Beneran

Eh seriusan ya ini, karena kita semua peserta blog cenderung lebih sering posting di malam hari jadi akrab dengan suasana malam. Dan kita aliran Team Elite tidak pernah merasa takut dengan mungkin tiba-tiba kebelet pipis ditengah malam, karena sesungguhnya kita lebih takut untuk utang postingan ketimbang ketemu hantu beneran.
 
Nah itu tadi sedikit hal yang bisa aku ceritakan tentang ODOP, masih banyak benefit yang aku tidak bisa ceritakan karena memang begitu banyak, buat kalian jika kepo bisa langsung nyoba masuk ODOP aja ya Fren hihihi
Baca Juga