Zona Auto Kritik

Mengambil Nilai-Nilai Kehidupan dari Game Among Us

37 komentar
game Among Us dan Pesan Kehidupan


Among Us adalah sebuah game dengan pemain jamak yang dimainkan secara online, dirilis oleh InnerSloth studio permainan asal Amerika Serikat. Meski baru hype beberapa bulan lalu sampai sempat trending di Twitter, ternyata Among Us ini sudah berumur 2 tahun lebih, tepatnya pada tanggal 15 Juni 2018.

Salah satu kemungkinan game ini naik daun adalah karena banyak Youtuber yang memainkannya, aku sendiri termasuk orang yang tahu ada Game Among Us dari Youtuber yang kuikuti, seperti Raditya Dika. Bapak dua anak ini sering sekali menyuguhkan tontonan di Youtube Channel-nya sedang bermain bersama Youtuber Gamer lain atau dengan keluarganya.

Saking seringnya menonton aku jadi mengambil kesimpulan, orang-orang Impostor ini licik. Awal menonton memang seru dan menghibur, tapi lama-kelamaan aku jadi merasa kurang nyaman salah satu Youtuber mengaku tidak bisa berbohong, tapi karena dia sering memainkannya berbohong menjadi hal yang bukan masalah lagi sepertinya, karena aku melihat sendiri perubahannya.

Perilaku Impostor Yang Wajib Kita Hindari

Dalam permainan ini ada 2 peran yang akan dimainkan Impostor dan Crewmate
Ketika menjadi Impostor maka tugas yang harus dilakukan adalah membunuh sebanyak-banyaknya Crewmate agar bisa memenangkan game. Tapi perlu diingat tetap harus hati-hati dalam membunuh dan berkelit serta memutar balikkan fakta yang ada.

impostor yang jahat

Penuh Kemunafikan

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar dan jika dipercaya ia berkhianat”. (HR. Bukhori)
Menjadi Impostor pasti banyak berbohongnya karena tugasnya adalah menyamar, sekalinya dia berdusta maka dia akan berdusta lagi untuk menutupi kebohongannya. Inilah yang menjadi hal yang aku garis bawahi, game ini mungkin bisa memberikan pengaruh buruk bagi yang memainkannya terutama remaja yang belum tahu cara menetralkan alam bawah sadarnya, bisa jadi karena sering memainkan Among Us pribadi yang terbentuk adalah menjadikan dia seorang pendusta. Mengerikan sekali kan fren?

Rajanya Fitnah

Tidak hanya berdusta untuk melindungi diri sendiri, nyatanya para Impostor ini juga memfitnah orang lain untuk diadu domba lalu menjadi korban untuk disingkirkan, itulah tujuan Impostor menyingkirkan orang lain agar dia aman. Menuduh orang lain atas kejahatan yang dilakukannya. Orang kayak begini emang benera ada di dunia nyata lho fren.

Meneladani Crewmate

Jadi Crewmate selain menjalankan misi juga harus waspada dan tetap berjuang untuk hidup, amanahnya Crewmate ini memang banyak dia harus melaksanakan misi-misinya seperti membuang sampah, menyambungkan kabel yang terputus, mengatur suhu, memperbaiki lampu yang mati untuk memudahkan Crewmate lainnya bertugas, sampai memperbaiki kadar oksigen karena memang game Among Us ini menggunakan latar pesawat, kalau kadar oksigennya habis semua Crewmate akan mati dan Impostor menang.


kemenangan yang nyata

Fastabiqul Khairaat Atau Berlomba-Lomba Dalam Kebaikan

Dari Crewmate ini kita bisa belajar, bagaimana kita ini menentukan prioritas. Banyaknya tugas yang diemban oleh Crewmate, contohnya saja nih saat sedang menjalankan misi tiba-tiba lampu mati. Dan itu membuat kita tidak bisa melihat sekeliling kita.

Bukan hanya lampu, tapi saat oksigen juga sudah disabotase Impostor yang akan mengancam semua nyawa Crewmate, tentu kondisi seperti ini adalah yang disukai Impostor. Karena ini masalah bersama, maka Crewmate akan bahu-membahu saling menyelamatkan nyawa kawannya. Demi kenyamanan bersama rela mengesampingkan misi atau kewajibannya yang belum terselesaikan. Membetulkan oksigen akan menyelamatkan teman-teman seperjuangan kita.

Sikap seperti ini perlu kita teladani juga lho fren, kita memang harus paham dengan amanah yang kita miliki tapi jangan sampai menutup mata dengan problematika ummat yang membutuhkan orang untuk peduli, jika kita menutup mata dan tidak mengambil peran didalamnya bisa jadi kitapun akan ikut terkena adzab yang pedih. Wal iyya’ dzubillah

Bertahan Hidup Dengan Hati-hati

Selain menjalankan amanah, Crewmate juga diharuskan untuk berhati-hati dengan rekannya karena beberapa diantara mereka adalah srigala berbulu domba. Hal ini mengingatkanku tentang ciri orang bertaqwa dalam menjalani hidupnya di dunia adalah dengan hati-hati.

“Bukankah Anda pernah melewati jalan yang penuh duri?”
“Ya, pernah,” jawab Umar.
“Apa yang Anda lakukan?” tanya Ubay lagi.
“Saya akan bersiap-siap dan berjalan dengan hati-hati,” jawab Umar.
“Itulah takwa,” kata Ubay bin ka’ab.

 

Duduk dalam Majlis dengan Orang Yang Tepat

Sosok Crewmate ini juga harus menerapkannya dalam permainan, selain harus hati-hati agar tidak terbunuh, memilih kawan seperjuangan juga hal yang harus diperhatikan salah-salah memilih kawan malah bisa kita yang menjadi korban. Memang dalam dunia nyata kita juga diharuskan untuk mencari kawan yang baik yang memiliki energi positif sehingga bisa mencapai tujuan kemenangan bersama. Kalau sudah seperti ini, Crewmate kompak mengerjakan amanahnya saling menjaga dan melindungi maka Impostor akan terpojok, dan permainan dimenangkan oleh Crewmate


Among Us dan Alam Bawah Sadar Kita

Fren, tahukah kalian bahwa alam bawah sadar kita tidak memiliki filter, dia bisa dengan mudah menerima apapun yang kita lihat dan kita dengar, lalu memberikan efek pada kejiwaan kita. Meski bisa mengajarkan kita banyak hal positif serta memberikan teladan untuk menghindari orang munafik, game ini masih sanksi untuk dimainkan anak-anak menurutku. Karena jika kita memainkannya, suka tidak suka pasti akan ada kesempatan untuk menjadi Impostor.

Seseorang yang tidak terbiasa untuk berbohong menjadi tertantang untuk melakukannya, melakukannya sekali rasanya takut-takut, lalu bermain lagi dan menjadi Impostor berbohong lagi. Padahal menurut pakar psikologi melakukan kegiatan yang diulangi sebanyak 21 kali akan menjadi sebuah kebiasaan baru untuk kita. Dan alam bawah sadar akan menyerapnya.

Game ini mungkin candu, bisa dimainkan dengan bebas 21 kali mungkin lebih. Dan alam bawah sadar kita jadi terpengaruh lalu tanpa sadar, kita terbiasa untuk berbohong, memfitnah, bahkan menaruh prasangka kepada saudara kita. Serem ya fren? Meski memang seru sih memecahkan misteri ini. Tapi ya tetap harus hati-hati ya fren, aku sendiri kurang nyaman memainkan game ini lebih suka menonton saja di Youtube.

Begitulah nilai-nilai kehidupan yang bisa kita ambil dari game Among Us, dan beberapa opiniku terkait game ini. Memang benar akan selalu ada Impostor dalam kehidupan kita sehari-hari, atau mungkin malah diri kita sendiri? Astaghfirullah, semoga kita terhindar dari ciri-ciri orang munafik ya fren. Semangat untuk berproses menjadi Crewmate yang berfastabiqul khairaat dan berhati-hatilah dalam menjalani hidup serta memilih kawan, karena itu adalah ciri-ciri orang bertaqwa.
Aky
Memiliki keterbatasan berkomunikasi secara langsung jika membicarakan sesuatu secara mendalam, dan memiliki imajinasi liar serta kehaluan diluar batas wajar. Menulis adalah caraku untuk tetap normal.

Related Posts

37 komentar

  1. Ah cakep euy, aku kadang mainin ini sama anak2 seru2an main bareng. Sambil ngeliat gimana mereka di game ini. Iyes, ada fitnah2an dan bohong2 di situ. Kalaupun main mesti didampingi agar bs diarahkan. Imho

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah iya tadi emang mau aku tambahkan 'dimainkan anak-anak tanpa pendampingan' hehehe tapi lupa. gara gara komennya bu Rita jadi ingat

      Hapus
  2. Ini tuh mirip-mirip dengan game werewolf yaa. Honestly aku belum pernah main Among us. Dan ga pernah nyari tahu juga. Ga tau kenapa. Kwkwwkwk

    Aku jadi pengen coba main setelah baca tulisanmu, kak 🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. duh jangan jadikan aku sebagai alasan untuk jadi main gamenya ya mbak hihihi xDDD jangan main aku mah bilangnya xD

      Hapus
  3. Jadi penasaran sama among us. Bagus sih kak penjelesannya. Iya bener nih harus hati-hati buat anak-anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan penasaran mbak >< kwokwok iya harus dalam pengawasan

      Hapus
  4. Subhaanallah, selalu ada nilai yang bisa diambil dari segala sesuatu termasuk sebuah game yaa. Huft, benar-benar harus ekstra hati-hati melakukan apapun. Kalo hal negatif masuk ke alam bawah sadar dan terperangkap di sana. Berabe jadinya.

    Keren, Kak. Mengupas game Among Us dari sudut pandang yang tak terduga.

    Sukses terus ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih ya kak, semangat juga untuk kak Maria >< betuul karena ciri ciri orang bertaqwa itu ya hidupnya penuh dengan kehati-hatian ketika melangkah

      Hapus
  5. Subhanallah, terima kasih sudah mengangkat cerita ini mba, jadi ingin mendengarkan a moung us versi anak-anakku

    BalasHapus
    Balasan
    1. anaknya main Among Us mbak? hihihi diawasin mbak kwokwok

      Hapus
  6. Gercep bangeeet... Selalu baguuusss dan baguuussss.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi makasih mbak Sasha, mbak Sasha juga ><

      Hapus
  7. Keren banget nih mbak. Insight baru untuk para pemain game among us

    BalasHapus
  8. So sad, sekarang kalau main banyak yang left gara-gara jadi crewmate :) Pada lebih tertarik jadi impost. Tulisannya bagus, semangat Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. beberapa youtuber yg aku tonton kayak sedih bgt setiap jadi crewmate dan ketika jadi impostor langsung barbar :"

      Hapus
  9. Out of the box tulisannya, bahkan among us pun bisa diulik dari sudut pandang yang bagus sekali. Bravo kak Rahma

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya pak, soalnya nggak ada ide lagi mau bahas apa ehehe

      Hapus
  10. Masya Allah sisi yang dikulik bagus banget. Pantas saja kalau WHO menetapkan orang yang Kecanduan game sebagai orang sakit mental ya. Dampaknya luar biasa sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. huaaaa kedatangan tamu agung >< iya banget, apalagi buat anak-anak yang masih banyak menyerap informasi dari apa yang didengar dan dilihat

      Hapus
  11. Wah qo ngeri ya mba game-game ginian, bahaya merusak akhlak ini mah

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak mungkin game yang sejenis dan mungkin beberapa emang diniatkan untuk hal negatif mbak :( tapi dikemas jadi hal yg mengasikkan

      Hapus
  12. Mirip warewolf ya mba? Aku tau si tapi gak mau main karena aku tau kalau udah main game bisa candu. Jadi mending menjauh dari awal. Sempet si diajakin temen-temenku tapi aku gamau hehe
    Nanti tugas Mba Marita gak kelar gara-gara ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, nggak usah main hihi nanti malah nggak bisa berhenti xDD

      Hapus
  13. aku baru tau game ini waktu raffi sama baim wong maen di vlognya

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang populer bgt di kalangan youtuber mbak ini hohoho

      Hapus
  14. Games ini ternyata sudah dua tahun ya? Tapi baru meledak terdengar beberapa bulan terakhir ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul baru sekitar 2 bulan yang lalu mbak dia naik daunnya

      Hapus
  15. Bahkan Among US pun jadi.
    Kren ka aky ini.
    Btw belum pernah nyoba main, tapi disini kalo ada yg bohong suka di cap Among us. Emang pas ya wk

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya karena emang nggak ada ide aja hehe, nggak kompeten bahas yg viral viral gt mbak aku tu >< wahaha emang dah Among Us ini

      Hapus
  16. Gamenya bahaya juga ya. Kalau yang main anak-anak, apakah tidak mempengaruhi perilaku mereka ya? terutama kalau main jadi impostor

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya pak, sayang banget kalau sampai masih kecil udah kenal beginian dan game ini berkontribusi dalam pengembangan karakter si anak ><

      Hapus
  17. Tulisannya rapi dan mudah dipahami mbak :)

    BalasHapus
  18. Kewyeeenn, ini nih yang ku suka dari kakak satu ini. Bisa melihat dan mengulas berbagai hal dari sisi yang lain, plus dicompare sama nilai-nilai islam. Manteep
    Bener banget, kita mesti harus pilah-pilah dalam hal apapun termasuk game yang sebenernya niat awal hanya untuk hiburan dan refreshing, tapi bisa berdampang panjang ke mental dan kondisi alam bawah sadar :)

    BalasHapus
  19. Kemarin sudah BW disini. Trus barusan lihat anak mainin game ini. Auto balik lagi baca ulang buat bahan diskusi lagi sama anak.

    BalasHapus
  20. Lihat dari postingan IGmu, terus meluncur ke sini, ternyata ....


    Aku sukaa. Baru rasanya baca artikel yang bahas soal game dari sisi karakternya.

    BalasHapus

Posting Komentar