Untuk Apa Sebenarnya Menulis Itu?


Akhir-akhir ini aku mulai kembali kehilangan semangat untuk menulis lagi, entahlah apa karena suasana yang tidak lagi mencekam karena sistem gugur di ODOP sudah tidak diberlakukan. Lalu aku menjadi tersadar bahwa apa iya selama ini aku hanya menulis karena memang kewajiban di ODOP? Apa bukan karena alasan yang selalu aku ucapkan dulu, bahwa aku ingin menjadi manusia yang menyebarkan manfaat bagi mereka yang membutuhkan informasi.

Ah aku ini memang, apa ya harus ikut ODOP setiap hari biar ada perasaan tidak bisa tidur sebelum posting, tapi tidurku memang tidak nyenyak selama sepekan ini karena tentu saja aku punya banyak utang yang harus dilunasi. Belum lagi kewajiban untuk menuliskan tugas antologi yang menjadi syarat kelulusan juga. Tolong tampar saja aku ini, tapi jangan keras-keras ya hehe.

Tidak Bersemangat Karena Tidak Ada Ide

Setelah kemudian aku bermuhasabah kenapa kira-kira aku ini jadi males-malesan lagi posting, ternyata karena aku yang merasa selalu buntu untuk menuliskan apa, bisa jadi memang karena aku terlatih untuk selalu memaksa kinerja otak untuk berpikir disaat mendesak, saat dimana 1 jam menjelang deadline. Disana aku menjadi terpacu untuk menuliskan ide-ide yang sudah ada di kepala.

Dan karena saat ini kondisinya berbeda, mungkin aku harus segera memperbarui ritme agar bisa menyesuaikan. Dari yang menulis dengan penuh tekanan menjadi menulis santai-santai yang harusnya lebih optimal. Eh tunggu-tunggu, disini sebenarnya masih dalam tekanan juga sih karena kewajiban menulis satu hari satu posting masih berlaku sampai akhir pekan nanti. Ah alasan, tidak ada ide ya sudah tidak ada ide hehe.

Tidak Ada Ide Karena Tidak Membaca

Setelah kemudian aku menyadari semangatku yang hilang ini diakibatkan karena tidak adanya inspirasi menulis yang dulu selalu mengalir di kepala. Ternyata ada catatan penting yang aku lupa, ketika kita menulis otomatis seharusnya kita juga membaca. Tidak membaca akan membuat kita semakin buntu dengan ide kita dan kesulitan untuk mengembangkannya.

Yah memang kondisi saat ini yang membuatku merasa menjadi orang yang sok sibuk akhirnya membaca yang selalu ada jadwal 30 menit sebelum tidur menjadi terlewatkan, aku lebih memilih untuk tidur saja. Yah wajar ya kalau memang tidak ada ide, membaca saja ogah-ogahan begini.

Mencari Alternatif Bacaan Yang Mudah Didapat

Baru-baru ini aku mendapatkan informasi tentang aplikasi Gramedia Digital Premium, disana disediakan banyak sekali ebook yang bisa diakses dengan mudah dengan berlangganan 89ribu. Ini cukup menjadi solusi sih, aku tipe yang merasa nyaman-nyaman saja membaca di ebook tidak harus memegang buku.

Jadi yah, aku memang harus banyak membaca agar ide selalu mengalir dan terus bisa menuliskan hal-hal yang baik. Semoga semangat menulisku ini tidak hanya ada ketika ada tekanan dari ODOP.
Baca Juga