Air Terjun Kedung Kayang, Wisata Alam Untuk Membakar Kalori

mengunjungi tempat wisata Air Terjun Kedung Kayang yang instagramable dan murah di kawasan Magelang
air terjun kedung kayang

Salah satu wisata paling favorit untukku adalah wisata alam yang ada airnya. Entah itu mau pantai, air terjun atau sekedar sungai di pinggiran rumah yang airnya bersih sudah membuatku kegirangan. Jadi kalau ada wacana untuk pergi main atau berwisata pasti aku akan usul ke tempat-tempat yang berair, seperti awal Agustus lalu saat pertama kali tempat wisata di buka kembali setelah di tutup karena PSBB. Aku langsung usul untuk pergi ke air terjun kedung kayang di Magelang.

Saat itu aku sedang menginap di rumah temanku, memang nekat karena masih anget-angetnya virus Covid-19. Ah biarkan saja toh kami sudah saling merindu dan punya banyak stock peristiwa hidup yang gatal ingin segera diceritakan. Setelah sesi malam yang panjang itu, keesokan harinya kita memutuskan untuk pergi ke Air Terjun Kedung Kayang. Kita berdua sudah pernah pergi kesana 3 tahun yang lalu bersama dengan rombongan, dan karena Air Terjun Kedung Kayang memberikan memori yang indah maka dari itu kita memutuskan untuk pergi kesana lagi untuk mengulang kembali memori indah itu.

Perjalanan Menuju Lokasi

Agar hemat bensin dan tenaga kita menuju lokasi menggunakan satu motor saja, si beety (nama motorku) sudah dipanasi karena mengingat jalanan menuju lokasi yang seperti lagu Ninja Hattori. Iya, mendaki gunung melewati lembah hehe. Aku ingat sekali bagaimana aku memutar gas di tangan kananku ini sampai pol, memang jalanannya semi action(?). Agar tetap aman dan waktu dalam perjalanan tidak terbuang sia-sia aku mengamalkan sebuah hadist yang berbunyi
Dari Jabir ra. berkata:
Dahulu, apabila kami menaiki bukit, maka kami bertakbir dan apabila kami menuruni lembah, maka kami bertasbih. (HR al-Bukhari)

Jadi adrenaline saat mengendarai motor ini tidak sampai membuatku senam jantung karena lebih memilih untuk dzikrullah, tentunya itu kita amalkan berdua dengan suara yang cukup keras hehe. Entahlah ada yang mendengar atau tidak yang jelas kita memang butuh pengalihan saat itu.

Waktu untuk melewati jalan yang meliuk-liuk itu kurang lebih 15 menit hingga sampai di lokasi, setelah sampai di lokasi aku menemukan tangki air yang besar menyambut kedatangan kami, hal yang tidak kami temui 3 tahun yang lalu, yaiyalah hehe. Setelah memarkir sepeda motor kita langsung bersemangat untuk segera menemui si cantik air terjun.

Jangan lupa untuk membayar terlebih dahulu ya Fren, harga tiket termasuk dengan parkir satu motor saat itu dikenakan 11ribu. Murah ya? Memang wisataku cukup yang low budget saja meski harus menjumpai jalanan terjalpun tidak masalah asalkan tidak terlalu banyak menguras kantong dan tetap bisa menikmati view yang indah.

Gardu Pandang Yang Syahdu

instagramable
Selain tangki air yang tidak aku jumpai 3 tahun lalu, banyak hal yang sudah berubah disini termasuk adanya spot foto yang sangat instagramable banget letaknya sekitar 300 meter dari tempat parkir. Aku dan temanku sebenarnya bukan orang yang suka foto Fren, tapi kita sampai ingin foto di tempat itu karena saking cantiknya. Bagi yang takut dengan ketinggian tidak dianjurkan untuk berfoto disini ya, karena dibawah ini sudah jurang lho.

Dengan gaya seadanya kita difotokan oleh petugas disana, diarahkan untuk berganti pose yang bikin geli, ya bapak itu memang sudah menjalankan tugasnya dengan baik sebagai fotografer lokal hanya aku dan temanku saja yang kaku banget, jadi bukannya bergaya kita malah saling menertawakan kekakuan masing-masing. Yah beginilah kalau manusia primitif mau sok hits.

Tarif
Spot Foto Rp 5.000/orang
Jasa Foto Rp 3.000/foto


wisata alam instagramable

Perjalanan Masih Panjang

Jangan hanya puas dengan gardu pandang itu Fren, karena tempat yang special masih harus ditempuh dengan 10 menit berjalan menuruni ribuan tangga. Sebenarnya perjalanan hanya 5 menit saja untuk sampai di bawah, tapi karena badan ini tidak gesit lagi akibat banyak tumpukan lemak akhirnya sesekali berhenti untuk istirahat, rasanya persendianku di lutut sakit karena dia menopang seluruh berat badanku di jalanan yang curam ini. Terbesit pikiran untuk diet setelah ini, tapi yah cuma terbesit oke lanjut.

Setelah sampai di bawah, perjalanan belum berakhir Fren. Harus mengarungi lembah serta bebatuan dulu sampai kemudian kita bisa mendekati si air terjun yang suaranya sudah terdengar sangat gagah meski dari kejauhan. Tapi tenang, perjalanan ini sangat bisa dinikmati. Lepas saja alas kakimu Fren lalu masukkan kaki ke dalam air dan sebrangi sungai, melompat ke kanan dan ke kiri saat itu rasanya aku sudah seperti Hamish Daud di My Trip My Adventure haha.

mendaki gunung melewati lembah



Finally, Air Terjun Kedung Kayang

keindahan alam

Tidak terasa gaya-gayaanku tadi sudah menghantarkanku sampai di depan air terjun utama. Bulan Agustus itu terhitung musim kemarau ya Fren tapi air terjun tetap deras, ketika kita semakin mendekatinya kita akan basah terkena cipratan air yang begitu lembut, oiya saking derasnya sampai kalau kita mau berbicara harus sedikit mengeraskan suara Fren.

Setelah puas membuat bagian depan baju kita basah akhirnya kita memutuskan untuk mencari tempat duduk, pada akhirnya memang kalau mau pergi berwisata kita akan selalu menyediakan waktu untuk menikmati pemandangan. Tidak ada kamera yang kita keluarkan hanya sibuk merekam keindahan view yang terpampang dengan kedua mata. Jangan lupa untuk menambah bumbu-bumbu kenikmatan lainnya yaitu adalah sesi bertafakur dan saling curhat. Kapan lagi curhat dikasih pemandangan air terjun kan?

Mitos tentang Air Terjun Kedung Kayang

Menurut masyarakat setempat air terjun ini dipercaya menjadi tempat yang mistis dan sakral Fren, mitosnya air terjun ini sering dijadikan untuk mengadu kesaktian antara Mpu Panggang Mpu Khalik dan Mpu Puthut, mereka saling melempar telur yang mana jika telurnya tidak pecah maka dialah yang menang. Namun ternyata ketiga telur milik masing-masing Mpu itu pecah semua dan cangkang telurnya yang hilang. Saat itulah kemudian air terjun ini dinamakan Air Terjun Kedung Kayang.

Berbicara tentang mistis, Air Terjun Kedung Kayang ini kabarnya sering menampakkan sosok ghaib Fren hohoho. Dirumah kita saja banyak sosok ghaibnya apalagi di tempat alam seperti ini kan. Yang jelas kita tetap harus menjaga adab kita jika tidak menginginkan hal yang buruk terjadi. Karena jin itu juga hidup berdampingan dengan kita meski beda alam.

sendal gunung cewek

Mau Shalat di Alam? Siapa Takut!

khimar riski rich


Matahari sudah semakin tinggi, dekat dengan air membuat kita merasa jadi sering kebelet pipis, padahal tidak minum apapun. Karena waktu Dzuhur sudah datang, akhirnya kita sudahi sesi bertafakur dan curhat itu dan memutuskan untuk buang air kecil serta mengambil wudhu di toilet bawah, meski saat melihat toiletnya aku merasa sedikit bergidik. Bukan hanya karena toiletnya yang terlalu alami tapi letak toilet itu yang terlalu pojok dan seolah terasingkan dan air yang sangat minimalis.

Dengan saling kerjasama bergantian berjaga pintu toilet yang hanya menggunakan kain itu akhirnya aku berhasil mengambil wudhu disana, karena Covid-19 menjadikanku waswas untuk shalat di mushola yang tersedia dan sebenarnya gamis serta kaos kaki yang aku kenakan sudah basah, niat awal ingin shalat di sebuah tangga penghubung yang terbuat dari kayu, menggunakan jaket sebagai sajadah namun ternyata tempatnya sangat kotor. Yasudahlah shalat di mushala saja. Tuhkan memang banyak gaya.

Menyapa Ribuan Tangga Kembali

Oke kuatkan hati serta kumpulkan sebanyak-banyaknya motivasi untuk menyegerakan shalat. Karena tangga yang tadi sudah hampir menggelindingkan tubuhku ini kembali harus aku jamahi dengan cara yang berbeda. Jika tadi turun yang terasa seperti di glindingkan, maka sekarang akan naik yang rasanya menyesakkan hati ketika dibayangkan kembali. Tadi aku mengatakan bahwa 10 menit perjalanan bukan? Maka sekarang bisa mencapai 20 menit atau mungkin lebih.

Belum ada seperempat jalan aku sudah lemas sekali, nafasku menjadi sangat pendek dan keringat bercucuran satu hal yang membuatku tidak menghentikan langkah untuk istirahat adalah ada rombongan laki-laki di belakang, jika aku berhenti maka aku akan bertemu dengan mereka dan aku takut, iya aku cemen Fren. Makanya aku memaksa diriku untuk tetap berjalan sampai kemudian jalanku tetap disalip mereka, memang dasarnya siput.

Dan karena mereka sudah ada didepan aku putuskan untuk beristirahat saja, namun sialnya mereka juga beristirahat Fren, yasudahlah toh mereka juga tidak peduli. Hanya karena mereka berbanyak saja yang membuatku ngeri padahal ternyata isinya bocil semua hehe. Oke, jika saat itu aku memakai smartwatch atau smartband yang bisa menghitung berapa kalori yang terbakar mungkin aku sudah bisa menurunkan berat sebanyak 5kg #plak.

Buat teman-teman yang nggak kuat untuk naik turun tangga ini bisa ngojek ya dengan tarif 15ribu temen-temen tidak harus ngos-ngosan seperti aku. Meski aku juga mau sih kalau naik ojek tapi ingat kalau uang 15ribu itu bisa untuk dibelikan mie ayam bakso setelah ini menjadikanku urung dan memilih untuk berjalan saja.

Fasilitas Lainnya

Salah satu fasilitas yang harus ada dimana-mana adalah tempat shalat atau mushola, mushola yang disediakan juga bersih banyak mukena disana tapi aku memilih menggunakan mukena yang aku bawa saja. Selain mushola juga terdapat tempat makan yang banyak, namanya tempat wisata pasti ada cara untuk membuang uang lebih banyak hehe. Tapi aku memilih tidak makan disana, karena pasti mahal. Ingat ya LOW BUDGET.

Pulang

Setelah rasa lelahku hilang bersamaan dengan selesainya shalat Dzuhur tadi aku memutuskan untuk pulang, meski lelah tapi jika ada kesempatan untuk kembali kesana akan aku lakukan. Karena bayaran atas lelah kita tadi juga sangat setimpal atau bahkan lebih dengan menikmati keindahan alam yang tersedia. Alhamdulillah bisa semakin menambah kesyukuran setelah sesi tadabbur alam ini.

Overall

Tempat wisata alam yang sangat recommended, tempat asik buat anak muda yang hobi foto dengan modal yang tidak banyak. Total keseluruhan modal bermain ini adalah

Tarif

Tiket Masuk Rp 4.000/orang x2
Parkir Rp 3.000/motor x1
Toilet Rp 2.000/orang x2
Spot Foto Rp 5.000/orang x2
Jasa Foto Rp 3.000/foto x3
Bensin Rp 25.000

Total Rp 59.000/2
Per orang hanya mengeluarkan uang Rp 29.500
sangat murah kan?

Jam Buka 07.00-17.00

Rate 8.5/10

Jangan lupa untuk menyempatkan pergi ke Air Terjun Kedung Kayang ya Fren untuk membuktikan apa tadi tulisanku ini masih valid atau sudah banyak hal yang berubah dalam 3 bulan ini. Sekian.

Baca Juga