10 Kepribaian yang Harus Dimiliki Muslim by Narasi Gurunda

10 kepribadian yang harus dimiliki seorang muslim sejati dalam buku Narasi Gurunda by Jihan Mawaddah
10 Kepribaian Yang Harus Dimiliki Setiap Mus10 Kepribaian Yang Harus buku narasi gurunda

Sudah lama sebenarnya aku melihat buku ini betebaran di timeline Instagram, awalnya aku memang sudah berniat menghubungi mbak Jihan selaku penulisnya untuk memesan buku ini, namun entah karena apa niat itu baru bisa direalisasikan bulan November lalu, alhamdulillah akhirnya aku sudah membaca buku Narasi Gurunda dan ingin sedikit memberikan ulasan serta kesan yang aku dapatkan dari buku ini.

Awal tahu mbak Jihan itu pada saat aku mengikuti lomba menulis yang diadakan ydfs.malang pada ramadhan tahun 2018 kalau tidak salah, saat itu aku memang banyak sekali mem-follow orang dan memang mau mencari teman hehe, mbak Jihan adalah salah satunya dan aku kebetulan juga di follback jadi memang berkesan dan juga alasan kenapa aku hafal dengan beliau.

Memang tidak terlalu aktif mengikuti kabar beliau karena akun yang mutualan dengan mbak Jihan adalah second account, tapi aku cukup tahu bagaimana perjalanan karir beliau. Dari yang dulu banyak sekali share tentang buku antologi berlanjut share link postingan blognya hingga kabar beliau telah berhasil menelurkan buku pertamanya ini.

Buku Narasi Gurunda ini dikemas dengan bahasa yang apik, pemilihan diksinya beragam jadi kita tidak akan merasa bosan ketika membacanya, sudah dijamin pasti nggak bakal bisa behenti kalau sudah buka halaman pertama. Ya memang nggak heran sih, karena mbak Jihan yang lebih suka dipanggil Han ini memang gemar sekali memaca. Jadi kalimatnya yang disusun sudah profsional banget
Fren.

Aku merasa puas membaca buku ini dan rasanya mungkin aku butuh obat merah karena banyak sekali mendapatkan luka tusukan. Banyak sekali ibrah dari buku ini, dan aku ingin mengajak teman-teman yang sudah membacanya untuk kembali meresapi hal yang mungkin terlewat, atau sekedar mengingatkan nasehat yang sudah lebih dulu teman-teman dapatkan.

Disclaimer buat temen-temen yang belum membaca bukunya boleh diskip artikel ini, pesen dulu bukunya di jeyjingga.com karena akan banyak spoilernya hehe. Dan juga artikel ini sudah mendapatkan izin untuk dipublish oleh beliau ya Fren.

10 Pelajaran Penting dalam Buku Narasi Gurunda
cover depan narasi gurunda

Dalam buku novelisasi biografi ini tentu akan banyak mengupas tentang kehidupan tokoh utamanya yang bernama Taufiq, beliau yang hidup sederhana sejak kecil dapat menunjukkan bukti kesabarannya dengan rahmat Allah yang beliau terima sekarang. Nah mari kita kupas tuntas, apa saja rahasia beliau ini yang bisa kita contoh?

1. Shalat Malam dan Membaca Al-Quran Tidak Boleh Ditinggalkan

Pada saat membaca buku ini dari halaman pertama saja sudah banyak sekali diulang-ulang pesan untuk tidak meninggalkan shalat malam dan tilawah Al-Quran. Seolah-olah mbak Jihan memang sudah menekankan hal ini adalah prinsip yang dipegang oleh Taufiq yang menjadikannya tetap kuat melewati banyaknya ujian hidup.

Disana diceritakan bahwa Taufiq memang lahir dari keluarga yang sederhana tapi sangat memegang teguh nilai-nilai Islam. Sejak kecil dia sudah diajarkan kedua orangtuanya untuk membangun habit mendirikan shalat malam dan tidak meninggalkan Al-Quran apapun alasannya. Habit itulah yang akhirnya dibawa hingga ia merantau ke Kota orang untuk menuntut ilmu, yang menjaganya tetap berkepribadian hanif.

2. Memuliakan Orang Tua

Sejak kecil Taufiq sudah membantu orang tuanya berdagang dengan mengantarkan kue-kue buatan Emak ke pasar, tanpa ada rasa malu pada teman-temannya. Semua itu rela ia lakukan demi meringankan beban Emaknya. Cara Taufiq memuliakan kedua orang tuanya inilah yang menjadikan hatinya tetap lembut serta lurusnya pemahaman ilmu yang dia miliki.

Nah, kita bisa mencontoh salah satu sikap Taufiq ini untuk mentreatment hati kita agar menjadi lembut ya Fren.

3. Memiliki Jiwa Yang Besar atau Dewasa Sejak Kecil

Salah satu cerita favorit aku adalah saat Taufiq meminta Emaknya untuk pergi rekreasi ke pemandian yang disana Emak jujur mengatakan kondisi keuangan keluarga yang tidak bisa memberikan uang untuk biaya rekreasinya. Saat itu kemudian Taufiq memiliki tekad untuk belajar dengan giat agar suatu saat bisa keliling dunia. Dan tebukti saat ini ya Fren.

Dari sini kita bisa tahu bahwa memang Taufiq memiliki sifat dendam dengan kondisi keluarganya yang serba sederhana. Dengan dendam positifnya menjadikan dia memiliki energi yang begitu besar untuk selalu semangat menuntut ilmu dan mengejar impiannya, bukannya malah marah kepada orang tua dan mengancam untuk tidak makan ya Fren. Masih SD tapi sudah memiliki pemikiran yang begitu hebat.

4. Mencintai Ilmu Lebih Dari Apapun

Dalam novel itu banyak anak sekolahan yang sudah menyambi bekerja di pabik sepatu, upahnya yang dianggap lumayan itu kadang juga melalaikan siapapun yang bekerja disana. Alih-alih fokus dengan belajar malah sibuk bekerja. Padahal kita ini lebih membutuhkan bekal ilmu jika dibandingan upah bekeja di pabrik sepatu.

Taufiq yang memang sudah paham dengan pentingnya ilmu tidak mau terlena, daripada bekerja lalu terlena dengan uangnya, dia lebih memilih bisnis kecil-kecilan dengan menjual mainan yang saat itu diganrungi anak-anak seusianya. Dengan untung yang tak seberapa dia tabung dalam celengannya, pandangannya fokus menatap janji-janji masa depan.

5. Mandiri Secara Finansial

Tabungannya yang sejak SD ia kumpulkan itu akhirnya dipergunakan untuk membiayai ongkos pendaftaran kuliahnya, Fisioner sekali kan Taufiq ini Fren? Selama berkuliahpun dia juga sama sekali tidak meminta uang kepada orang tuanya, kadang memang mendapatkan uang saku namun itu juga karena dipaksa Emaknya untuk diterima.

6. Yakin Bahwa Allah Adalah Ar-Razzak

Nasehat yang sering sekali dilupakan kita ya Fren? “Bagaimana nasip esok hari, akan makan apa?” Pertanyaan semacam ini yang menjadikan kita bakhil dan juga penyebab kotornya hati. Merasa tidak yakin dengan Allah yang sudah mengatur semua kebutuhan kita.

Salah satu nasehat ust. Salim A Fillah yang sering aku ingat bahwa cicak itu dikaruniai kaki yang menempel di dinding, sedangkan makanannya adalah serangga yang memiliki sayap untuk terbang kesana kemari, jika dipikirkan oleh kita dengan hati yang sempit ini maka kita akan mengasihani takdir sang cicak. Namun Allah sangat paham kondisi setiap mahkluknya dengan menjadikan serangga yang terbang itu mendatangi sendiri si cicak yang kakinya menempel di dinding.

Begitu pula dengan Taufiq dengan yakinya dia menyerahkan uang satu-satunya yang dimiliki untuk ibu kosnya yang memang sedang butuh sekali uang, padahal dia tidak tahu hari esok akan makan apa. Tapi keimanannya mampu membuat dia yakin bahwa Allahlah yang akan menjamin keselamatannya.

7. Menjaga Hati dan Pandangan

Seperti laki-laki lain pada umumnya Taufiqpun juga bisa terpesona dengan seorang akhwat. Namun dengan keteguhan hatinya dia paham apa yang tidak disukai oleh Allah, Taufiq tetap menjaga hati dan pendangannya dari akhwat itu. Sampai pada akhirya saat dia merasa dimampukan untuk menikah, ia beranikan untuk melamar sang Akhwat berama Sri, dengan langsung mendatagi keluarganya.

8. Seorang Muslim Yang Masih Bernapas Pasti Akan Di Uji

Manusia pasti akan diuji, karena dunia adalah penjaranya umat muslim. Maka dari itu Allah akan selalu mendatangkan ujian, agar kita tidak kemudian merasa nyaman tinggal di dunia ini dan akhirnya merindukan kampung halaman tercinta yaitu adalah kampung akhiat.

Seperti juga Taufiq yang selalu menyabarkan hatinya dengan ujiannya yang selalu datang bergantian, atau belum berganti sudah datang ujian lagi. Seperti Allah memang sangat menyayangi Taufiq ya Fren.

9. Berserah Hanya Kepada Allah

Menyerahkan segalanya kepada Allah adalah pilihan Taufiq yang harus kita contoh Fren, selain dia yang sabar dengan ujian yang datang. Meski sudah berusaha menjadi sebaik-baik manusia Taufiq tetap tidak lepas dari orang-orang yang tidak meyukainya, fitnah dimana-mana, dengan hanya berserah kepada Allah. Dan Allahpun yang akan membantu mengatasinya.

10. Kewajiban Menyebarkan Kebaikan (dakwah)

Taufiq yang dari tadi kita perbincangkan adalah seorang tokoh masyarakat yang banyak mengisi kajian dimana-mana. Di akhir juga banyak disematkan kutipan-kutipan hadist tentang dakwah dan juga kutipan dari salah satu idolaku yaitu Hasan Al Bana yang menyampaikan
Di dunia ini, dari banyaknya jumlah manusia hanya sedikit saja dari mereka yang sadar. Dari sedikit yang sadar hanya sedikit yang berislam. Dari sedikit yang berislam itu hanya sedikit yang berdakwah. Dari mereka yang berdakwah lebih sedikit lagi yang berjuang. Dari mereka yang berjuang sedikit sekali yang bersabar. Dan dari mereka yang bersabar hanya sedikit sekali dari mereka yang sampai akhir perjalanan.
sinopsis narasi gurunda


Nah Fren, itu dia 10 hal yang akan semakin menampar kita saat membaca buku Narasi Gurunda, novelisasi biografi bapak KH Ahmad Taufiq Kusuma, ayahanda mbak Jihan Mawaddah selaku penulis buku ini sendiri. Saat membaca buku ini benar-benar membuat aku merasa menjadi butiran abu, aku yang sudah seusia ini tidak punya kisah perjuangan hebat seperti beliau. Tapi tidak papa Fren, kita temukan sendiri ya jalan ninja kita untuk menjadi sebaik-baik manusia versi kita.


Sekian, semoga ibrah dari buku Narasi Gurunda versiku semakin menambahkan ketaqwaan kita kepada Allah dan menjadi pengingat untuk kita selama berproses dalam kebaikan ini.

Baca Juga