Belanjakan Uangmu Untuk Produk Muslim

membelanjakan uangmu untuk produk muslim adalah amalan dari al wala' wal bara
loyalitas terhadap kaum muslimin

Dalam kesempatan ini aku ingin sedikit membahas tentang seberapa pentingnya kita membelanjakan uang kita untuk membeli produk-produk muslim. “wah, biasanya tu kalau produk muslim mahal”.
Ada yang merasa seperti itu? Oke, aku paham jiwa emak-emak pasti akan teriris-iris ketika ada beras dengan kualitas yang sama namun harganya beda seribu. Sudah pasti akan memilih belanja di toko yang menjual beras lebih murah tanpa ada pertimbangan lainnya.

Padahal sungguh tidak akan merugi ketika kita membelanjakan kebutuhan sehari-hari kita kepada produk muslim yang hanya lebih mahal sedikit saja. Malahan kita akan mendapatkan 2 keuntungan lho Fren, selain kita juga mensejahterakan saudara kita, kita akan tahu bahwa uang kita ini mengalir pada tangan yang tepat, juga kita telah mengamalkan salah satu cabang ilmu dari al wala’ wal bara’.

Apa Itu Al-Wala’ wal Bara’?

Al-Wala’ yang berarti adalah loyalitas atau kecintaan kita terhadap sesama saudara yang terikat oleh iman. Simplenya sih bagaimana kita ini memuliakan saudara kita dan mendahulukan mereka dalam urusan apapun, sedangkan
Al-Bara’ adalah kebalikan dari al wala’ dengan target yang berbeda yaitu memutus kecintaan serta loyalitas kita kepada orang-orang kafir.
Tali iman paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah. (HR. Ibnu Jarir)
Al-wala’ wal bara’ ini juga merupakan salah satu konsep tauhid lho Fren, tauhid tidak hanya seperti yang kita pelajari saat sekolah dulu tentang uluhiyah, rububiyah dan asma wa sifah namun memuliakan sesama muslim juga perupakan prinsip tauhid yang mungkin saat ini banyak ditinggalkan ummat islam. Maka dari itu memberikan wala’ kita kepada sesama muslim menjadi sebuah keharusan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tauhid tersebut.

Konsep wala’ ini sudah aku bawa dalam keluargaku sejak 4 tahun lalu. Yang awalnya ibuku selalu protes karena merasa terbebani jika harus menuruti keinginanku untuk menghindari beberapa brand yang menjadi musuh-musuh Islam. Namun alhamdulillah untuk saat ada banyak kemajuan, sekitar 92% makanan, bumbu dapur serta sabun terbebas dari brand brand pendukung zionis itu. 92% itu sendiri aku berusaha untuk memberikan wala’ kepada produk kaum muslimin yang tersedia di pasaran.

Siapa sajakah yang berhak menerima al-wala’ wal bara’?

Meski di Indonesia ini mayoritas muslim tapi tidak bisa kita pukul rata dengan hanya melihat status agamanya saja untuk memberikan wala’ ini, karena masih ada filter lagi untuk kemudian bisa lebih diprioritaskan diberi wala’. Siapa sajakah mereka?

A. Yang Berhak Mendapat Al-wala’ Secara Keseluruhan

Kaum Muslimin yang Taat. Tentu setelah dia terbukti muslim kita harus melihat juga seberapa taatnya dia kepada Rabbnya, tujuannya apa? Diantara ketaatan yang dimiliki kaum muslimin akan datang banyak keberkahan serta kesejahteraan Agama Islam.

B. Kaum Muslimin yang Mendapat Al-wala’ juga Al-Bara’

Orang-orang munafik, mereka adalah seorang muslim namun menjadi orang pertama kali yang memusuhi saudaranya sendiri.

C. Yang Berhak atas Al-Bara’

Orang kafir atau kaum muslimin yang telah murtad.

3 hal inilah yang menjadi patokan kita untuk menyesuaikan porsi wala’, begitu pentingnya wala’ ini sampai kemudian menjadi salah satu dari ibadah amalan tauhid kita. Karena tingginya kedudukan al-wala’ wal bara’ ini tentu saja ada alasan di baliknya, sesungguhnya mereka yang hatinya terikat dengan iman akan selalu diringankan untuk membantu orang lain. Maka dari itu taruhlah keloyalan serta kecintaan kita ini kepada saudara seiman.

Alasan Mengapa Harus Loyal Kepada Saudara Seiman Kita

1. Mereka Tidak Akan Bakhil dalam Urusan Ummat

Ketika kita membelanjakan uang kita kepada barang yang dijual oleh saudara semuslim kita, tenang saja. Uang ini pasti akan dimanfaatkan untuk kepentingan ummat islam, karena mereka pasti akan mudah mensedekahkan sebagian hartanya untuk membantu keperluan ummat muslim lainnya. Berkontribusi dalam dakwah dengan hartanya yang uang kita akan menjadi bagian dalam kebaikan itu, nah kalau kita tahu bahwa uang kita akan membantunya menjadi lebih dermawan kenapa tidak?

2. Uang Lebih Jelas Kemana Arahnya

Jika kita tahu pasti ketika kita membelanjakan uang untuk produk-produk muslim, berbanding terbalik ketika kita membelanjakan uang kita untuk produk-produk yang belum jelas siapa yang memproduksinya. Bisa saja uang itu dipergunakan untuk agenda kebatilan yang memusuhi Islam. Seperti produk yang ternyata menyumbangkan sekian persen labanya untuk Israel. Tanpa sadar kita sudah menyumbangkan satu peluru untuk ditembakkan kepada saudara kita lho Fren. Hiks.

3. Semakin Mahal Semakin Banyak Kesempatan Beramal

Semakin mahal produk yang dijual bukan malah membuat kita urung belanja di tempat mereka lagi, melainkan kita bisa mengambil nilai ibadah didalamnya. Dengan laba yang semakin banyak saudara kita terima, semakin banyak pula peluang saudara kita untuk bersedekah dan tentu saja kita juga berkontribusi didalamnya.

Atau mungkin mahal karena saudara kita sedang memulai merintis bisnisnya, sehingga barang-barang yang dijual jauh dari harga pasaran. Justru hal ini akan menambah keberkahan dari uang yang sudah kita belanjakan bukan Fren?

Kesimpulannya adalah, mulailah aware dengan kebutuhan kita sehari-hari, dalam membelanjakan uang kita bisa memaksimalkannya menjadi ibadah yang di ridhoi Allah, selain mendapatkan barang yang kita butuhkan kita bisa membantu saudara kita serta menerapkan ilmu al-wala’ wal bara’ dengan membelanjakan uang untuk produk muslim.

pic by Background photo created by jcomp - www.freepik.com
Baca Juga