Bukan Azab atau Kutukan, Pasien Kusta Dapat Sembuh Total

Kusta adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang dapat menyerang jaringan saraf, kulit, pernafasan, dan penglihatan.
pasien kusta

Sangat mudah untuk mendapatkan informasi di era digital ini, aku rasa semua orang akan setuju. Namun ironisnya masih banyak mitos-mitos tenyang kesehatan yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah kepercayaan bahwa kusta adalah penyakit kutukan atau azab. Faktanya pasien kusta ini dapat sembuh total lho Fren.

Apa Itu Kusta?

Kusta atau lepra adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri itulah yang nantinya akan menyerang jaringan saraf, kulit, pernafasan dan mata. Bagi pasien kusta yang tidak melakukan pengobatan, dapat beresiko mengakibatkan disabilitas dan dapat menularkan bakteri kusta pada sekitarnya.

Live Streaming Kusta Ruang Publik KBR

Pada Kamis lalu aku menemukan acara live streaming yang diadakan oleh #RuangPublikKBR, topik yang diangkat adalah “Dinamika Perawatan Diri dan Pencegahan Disabilitas Pada Kusta di Lapangan”. dibersamai oleh dua narasumber luar biasa yaitu dr. M Ruby Machmoed MPH dan Ibu Sierli Natar, S.Kep

Stigma Masyarakat Tentang Kusta

dr. Riby mengatakan bahwa penyakit kusta ini sudah ada sejak jaman dahulu kala, namun hingga saat ini masih belum tereleminasi karena kasusnya masih banyak ditemukan di Indonesia. Dan juga tingginya stigma di masyarakat terkait kusta itu sendiri. Dampak sosial berupa pasien yang malu, dan ada 4 target stigma kusta, yaitu

Orang Yang Pernah Menderita Kusta (OYPMK)

Malu berinteraksi dengan orang lain, malu jika diketahui bahwa dirinya adalah pasien kusta, bahkan beberapa pasien juga banyak yang tidak bisa menerima kondisinya sendiri saat pertamakali dibertahukan bahwa dirinya menderita kusta.

Keluarga Pasien

Tidak jarang keluarga dari pasien kusta sendiri juga merasa bahwa penyakit itu menjijikkan dan najis, karena masih banyak yang menganggap bahwa kusta ini adalah hal yang taboo. Karena itulah dari pihak keluarga merasa malu jika ada salah satu anggota keluarganya yang terkena kusta.

Petugas Kesehatan

Bahkan kusta ini juga masih menjadi momok bagi beberapa petugas kesehatan karena mengira akan menularkan, hal ini dapat menghambat pasien kusta untuk segera sembuh. Karena tidak ada yang mengedukasi maupun merawat.

Masyarakat

Menganggap bahwa kusta menjadi kutukan dan azab, dan tidak lazim ketika seseorang menderitanya.

Data Kasus Kusta di Indonesia

  • Jawa Timur 2139
  • Jawa Barat 1845
  • Papua 1200
  • Jateng 1139
  • Papua Barat 902
Kasus tertinggi ada di Jawa Timur, namun jika dilihat dari jumlah penduduk maka kasus tertinggi ada di Papua Barat dengan jumlah penduduk sekitar 10.000 penduduk. Jadi daerah Timur Indonesia ini masih mendominasi pasien positif kusta.

Perawatan diri oleh pasien kusta agar dapat Sembuh dan Terhindar dari Disabilitas

  • Pemeriksaan, mendeteksi jika ada kelainan fungsi saraf
  • Melakukan perendaman pada area yg mengalami kekebalan
  • Menggosok menggunakan batu apung
  • Dan dioleskan minyak kelapa
Hal ini harus dilakukan setiap hari secara berkala, diharapkan pasien dapat melakukannya secara mandiri agar tidak bergantung pada petugas kesehatan. Dan gunakanlah bahan-bahan yang ada dirumah, jika terdapat luka maka tutup saja menggunakan kain perca.

Terjadinya Penularan Kusta dan Deteksi Sejak Dini Gejalanya

Gejala

  • Bercak putih atau kemerahan yang tidak gatal dan sakit
  • Kelemahan jari tangan, kaki
  • Kelopak mata sulit tertutup rapat
Jika terjadi gejala ini maka segera pergi ke puskesmas terdekat untuk melakukan pengecekan apakah positif kusta atau bukan

Reaksi Kusta

  • Demam
  • Bercak yang tadinya putih berubah menjadi kemerahan dan terasa sakit
  • Belakang lutut terasa sakit
  • Kaki bagian dalam sakit
Terkadang hal ini didiagnosa sebagai penyakit rematik biasa bagi beberapa orang yang jarang menjumpai kusta.

Penularan

Dari orang yang belum diobati dan menularkan kepada orang yang sehat namun rendah imunitasnya. Dan pada pernafasan juga dapat tertular karena kontak erat. Meski kusta adalah penyakit yang menular, akan tetapi kusta sangat tidak mudah menularkan.

Berapa Lama Proses Penyembuhan Kusta dan Apakah Bisa Sembuh Total Hingga Bekas-bekasnya?

Menurut WHO ada 3 tingkatan kecacatan pada Pasien Kusta

  • Tingkat 0 tidak cacat
  • Tingkat 1 mati rasa pada telapak tangan dan kaki
  • Tingkat 2 cacat yang nampak, seperti wajah bengkok, kelopak mata tidak bisa tertutup.
Jika hanya luka maka akan diupayakan sampai hilang, dengan cara merendam menggosok dengan batu apung lalu digosok minyak kelapa. Jika ditanya sampai kapan, maka bisa dikatakan seumur hidup, dan tergantung dari tingkatan penyakit kusta tersebut. Semakin dini diperiksakan maka semakin terhindar dari disabilitas.

Kesimpulan

Dengan adanya acara edukatif dari #RuangPublikKBR ini dapat membuka mata kita bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan ataupun azab. Semoga penjelasan dr. Riby dan Ibu Sierli yang aku tulis disini dapat menghilangkan stigma kusta untuk kita sendiri sebagai masyarakat umum, agar lebih aware dengan penderitanya. Kemudian kita support dan mengedukasi pasien kusta agar mau berkonsultasi ke dokter atau puskesmas minimal 3 bulan sekali. Lalu sembuh total dari kusta.

Baca Juga