Ecobrick, Cara Praktis dan Kreatif Mengelola Sampah Plastik

 
Kampanye go green memang sudah diangkat sejak beberapa tahun lalu. Seiring meningkatnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan bumi, banyak yang sudah mulai mencoba cara praktis serta kreatif dalam mengelola sampah plastik salah satunya dengan membuat ecobrick.

Mengapa Harus Mengelola Plastik?

Sampah plastik di Indonesia ini mencapai 64juta Ton pertahunnya. Sebanyak 3.2jt Ton dibuang ke laut, dan 85ribu Ton diantaranya dibuang di lingkungan. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara nomer 2 dengan pencemaran lingkungan.
 
Apalagi kondisi pandemi ini semakin banyak orang yang memesan makanan secara online. Yang dari situlah sampah plastik rumah tangga menjadi semakin menggunung. Dan salah satu solusi dari plastik yang meningkat ini adalah dengan membuat ecobrick.

Apa itu Ecobrick?

Ecobrick adalah botol plastik bekas, didalamnya terdapat kumpulan sampah non biological yang dipadatkan kemudian bisa dimanfaatkan untuk membuat balok bangunan.
 
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apa bisa ecobrick menjadi pengganti batu bata konvensional yang selama ini sering kita gunakan? Jawabannya tentu saja bisa.
 
Ecobrick sendiri terbuat dari bahan plastik yang mana sifat dari plastik itu sendiri adalah awet, tahan air, dan tidak mudah terurai. Hal inilah yang nantinya akan menjadikan bangunan bertembok ecobrick menjadi kokoh.

Cara Membuat Ecobrick

Membuat Ecobrick ini tentu sangat mudah, mudah karena sampah plastik seperti botol masih banyak sekali kita jumpai. Sedangkan sampah plastik yang menjadi isi botol itu juga masih banyak kita hasilkan dari belanja makanan atau snack.
 
Namun point penting dari pembuatan ecobrick ini adalah pada teknik pemadatan sampah plastik yang akan dimasukkan kedalam botol. Cara ini cukup riskan, karena yang jelas tidak semua botol memiliki limah plastik dengan jenis yang sama. Oleh karena itu, kita membutuhkan timbangan untuk setiap botol ecobrick yang akan kita buat.

Alat dan Bahan

  • 1. Botol plastik bekas dengan ukuran dan jenis yang sama.
  • 2. Sediakan timbangan untuk menyamaratakan masa ecobrick.
  • 3. Sampah non biological/plastik
  • 4. Tongkat atau alat untuk menekan plastik agar menjadi padat.
  • 5. Gunting

Langkah-Langkah

  • 1. Cuci bersih botol plastik bekas yang akan digunakan
  • 2. Gunting-gunting kecil sampah plastik, agar mudah dimasukkan kedalam botol
  • 3. Masukkan sampah kedalam botol hingga penuh
  • 4. Setelah penuh, padatkan menggunakan tongkat yang ujungnya datar agar dapat menekan plastik secara maksimal.
  • 5. Isi kembali botol dengan sampah plastik hingga padat
  • 6. Timbang berat botol, dan ulangi botol selanjutnya dengan berat yang sama.
 
Usahakan mengisi dengan plastik yang tersedia, atau bisa menggunakan sampah plastik yang kita jumpai di jalan, tapi jangan lupa untuk dicuci terlebih dahulu Fren.
Jangan kemudian kita bersemangat belanja bahan pokok yang menggunakan plastik agar segera bisa memenuhi si ecobrick hehe.

Kampanyekan Ecobrick dengan Sinyal Kuat dari IndiHome

Dengan adanya manfaat internet kita bisa mengkampanyekan ecobrick ini kepada masyarakat umum. Mengajak banyak orang untuk lebih sadar dengan limbah lingkungan mulai dari kita sendiri.
 
Jika hal ini kita lakukan terlebih dahulu, lalu kita share ke sosial media secara berkala, bisa jadi banyak orang akan melihat dan terinfluens terhadap apa yang telah kita lakukan. Apalagi dengan kecepatan internetnya Indonesia saat ini, semakin memudahkan kita untuk membuat konten edukasi yang baik.
 
IndiHome ini sangat membantu mengatasi permasalahan masyarakat, bahkan permasalahan bumi. Dengan manfaat internet yang bisa kita rasakan saat ini, kita lebih dimudahkan untuk mencari ilmu serta konten edukasi yang membuat kita semakin paham degan bahaya sampah bagi pencemaran lingkungan.

Kesimpulan

Kemajuan teknologi ini seharusnya lebih dimanfaatkan untuk hal yang positif. Semoga jaringan kuat Telkom Indonesia ini bisa menjadi jembatan untuk masyarakat agar tahu cara praktis dan kreatif mengelola sampah plastik.
Baca Juga