Chilling dan Healing Bagi OYPMK Untuk Mengobati Luka Batin

 

Jika mendengar kata healing maka yang terbanyang adalah liburan untuk melepaskan penat, begitu bukan? Hehe tidak salah, karena banyak sekali bisnis pariwisata yang mulai mengkampanyekan bahwa healing adalah salah satu self reward agar jiwa tetap waras. Sebagai manusia yang dikaruniai fisik yang sehat terkadang tetap membutuhkan jeda dari aktvitasnya untuk chilling dan healing, apalagi saudara kita sebagai OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) yang mungkin lebih banyak mengalami luka batin, perlukah mereka healing?

Mengapa OYPMK Butuh Chilling dan Healing?

Pada kenyataannya OYPMK dan penyandang disabilitas itu masih banyak mengalami diskriminasi di lingkungannya, bahkan mungkin keluarganya sendiri juga masih memiliki stigma tentang penyakit kusta itu sendiri. Apalagi mereka biasanya juga memiliki stigma diri dan merasa insecure untuk bermasyarakat. Dengan alasan itulah mengapa OYPMK dan penyandang disabilitas membutuhkan chilling dan healing.

Ruang Publik KBR “Chilling - Healing Bagi OYPMK, Perlukah?”

Beruntung pada Rabu kemarin tanggal 12 Desember 2022 Ruang Publik KBR mengangkat isu tentang bagaimana kesehatan mental OYPMK dan penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan untuk mengobati luka batin yang dialami. Disana ada 2 narasumber yang luar biasa, yaitu mbak Donna Swita sebagai Executive Director Institute of Women Empowerment (IWE) dan mas Ardiansyah sebagai OYPMK dan Wakil Ketua Konsorsium Pelita Indonesia.

Apa itu Executive Director Institute of Women Empowerment (IWE)?

Dibentuk awalnya di Hongkong, yang didirikan pada tahun 2008 oleh aktivis-aktivis perempuan, akademisi dari berbagai dunia. Memiliki banyak program pemberdayaan perempuan di Indonsia jadi tahun 2016 kantor pusatnya berpindah ke Indonesia. Dan karena OYPMK dan penyandang disabilitas juga banyak yang berjenis kelamin perempuan, makanya IWE sendiri kemudian ingin mendorong mereka untuk diberdayakan.

Mas Ardiansyah sebagai OYPMK dan Wakil Ketua Konsorsium Pelita Indonesia

Beliau menyampaikan saat mengalami stigma diri yang malah datang dari keluarganya sendiri, bagaimana sikap ibunya beliau yang melarang untuk tidak tidur di sembarang tempat (area rumah), kemudian juga memisahkan tempat makan. Dan itu awal tekanan yang beliau rasakan saat menjalani pengobatan. Saat pengobatan yang sudah selesai perilaku yang diterima malah semakin memperparah luka batin, seperti melarang untuk bertemu tamu atau saudara-saudaranya.

Bagaimana Cara OYPMK Untuk Bangkit?

Cara dari mas Ardi ini untuk sembuh adalah mencari jalan untuk menghindari lingkaran keluarganya, karena pada saat itu sumber tekanan beliau dalah keluarga atau orangtuanya sendiri. Kemudian beliau aktif berorganisasi, bermitra dengan NLR yang banyak memberikan penguatan kapasitas. Kemudian fokus gerakan organisasi kusta dan disabilitas, bersosialisasi dengan orang baru, mengasah dan mengembalikan kepercayaan diri dan menyadari bahwa diri sendirilah yang mampu untuk bangkit.

Bagaimana Cara Yang Tepat Untuk Healing bagi OYPMK?

Stigma diri yang besar itulah yang membuat OYPMK selalu malu untuk bersosialisasi, mereka tidak memiliki teman untuk berbagi kisah karena merasa malu dengan kondisi yang sedang dialaminya. Dan terapi yang paling ampuh adalah dengan memiliki teman yang mau mendengarkan ceritanya tanpa adanya diskriminasi, disitulah mereka akan merasa bebannya menjadi ringan karena merasa tidak sendiri lagi.

Tips Agar OYPMK Tidak Menutup Diri

Yang pertama adalah menerima bahwa ini adalah ketetapan Allah, sebuah takdir yang harus terjadi dan kita jalani dengan ikhlas. Kemudian berdamai dengan memutuskan berobat, dan melanjutkan hidup kita dengan penuh kesyukuran. Dan ketiga hal itu adalah cara agar kita bisa beradaptasi dan tidak menutup diri.

Bagaimana OYPMK Itu Agar Melakukan Penyembuhan dengan Memanfaatkan Teknologi?

Hal yang krusial dari teknologi ini adalah adanya sebuah informasi yang cepat sekali arusnya, cara OYPMK adalah dengan seseorang itu mendapatkan informasi yang benar, meski di jaman yang serba digital akan tetapi banyak orang yg menggunakan teknologi ini sekedar untuk bersosial media saja bukan menjadikannya sarana untuk mencari informasi. Jadi kejelian dalam literasi digital ini juga banyak mempengaruhi proses penyembuhan.

Cara Tepat OYPMK Untuk Healing Yang Mudah

Healing bagi OYPMK itu tidak perlu bepergian, cara yang paling mudah adalah dengan menulis. Menuliskan keresahan merupakan peluapan emosi secara positif, menulis juga dapat mengurangi beban dalam diri. Selain menulis juga dapat melakukan kegiatan yang digemari, membuat karya dengan mengembangkan passion untuk memperlihatkan kepada orang-orang yang selama ini kurang memberikan dukungan.

Kesimpulan

Semangat untuk sembuh dari luka batin ini adalah hal yang harus disadari oleh diri sendiri, proses pengembalian kepercayaan diri dengan mengasah passion. Healing tidak harus melakukan perjalanan dan mengeluarkan banyak biaya, cukup maknai dan mensyukuri atas kondisi diri serta banyak bergaul dengan lingkungan positif agar saling mendukung dan sama-sama bercita-cita untuk bangkit. Begitulah chilling dan healing yang sangat dibutuhkan oleh OYPMK untuk menyembuhkan luka batin.
Baca Juga